Gagal Menagih  , Bank Keliling Rampas Handphone Nasabah Lalu Menghilang

 

BANYUWANGI,Jawa Timur, wartaterkini news-Kembali terjadi dan masih berkeliaran di kota Banyuwangi mungkin hampir semua warga tidak asing dengan istilah bahasa bank titil/plecit atau sering disebut bank keliling, yang keberadaannya dinilai  menakutkan.  Jumat (11/11/2022).

Aksi penagih hutang yang diduga dari bank plecit/ harian melakukan penagihan di waktu malam hari kembali terjadi pada warga Dusun Talunrejo, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring mengeluh dan resah tidak diberi waktu tempo untuk mencicil hingga Handphone di rampas untuk barang jaminan.

Penekanan pada kami diharuskan bayar dan tidak boleh kurang maupun telat itu selalu disampaikan pada kami dari pertama cicilan angsuran, apalagi penagihan seringkali diwaktu jam istirahat.

Baca Juga :  Sekda OKU Selatan Tinjau Kesiapan Posko Mudik Lebaran 2019

Suryani salah satu korban perampasan sekaligus nasabah bank keliling asal Desa Sembulung, Kecamatan Cluring menceritakan,tepat tanggal (10/11) pukul 8 malam kariyawan bank keliling bernama Yovy Muktar Sazali asal dari Dusun Curah lele, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember datang ke rumah menagih sisa hutang yang masih 3 Angsuran Rp, 260 ribu perminggunya,”ucapnya,

” karena merasa kenal dan biasa nagih dirumah, saat itu saya hanya punya uang 200 masih kurang 60 ribu, karena sudah malam saya janjikan besok pagi justru marah dan memaksa untuk cari sisa setoran akhirnya saya mencoba cari pinjaman ke tetangga,” terang Suryani

Baca Juga :  SMSI, PWI dan IWO Empat Lawang Kutuk Penyerangan Kantor Jurnalis di Kota Gaza

Masih menurut keterangan Suryani, setelah saya mau keluar rumah cari pinjaman uang, saya diharuskan untuk menyerahkan hand phone android saya terlebih dahulu dengan alasan buat jaminan,” jelas korban

“setelah saya sudah dapat sisa uang kekurangan setoran juru tagih pihak bank plecit itu sudah tidak ada dirumah saya yang akhirnya handphone saya dibawa dan saya tidak bisa menghubungi sampai detik ini, “keluh Suryani,

Baca Juga :  Wapres KH. Ma'ruf Amin dan Wapres Turki Akan Buka Global Tourism Forum 2021 Leaders Summit Asia

Suryani juga menyampaikan selain penagihannya tidak sopan dan tidak etis dan bank mingguannya ini gak jelas, karena hanya memakai buku biasa bukan Promes atau kwitansi dari bank/ksp jadi saya tidak bisa memberi keterangan nama bank tersebut mas,”imbuhnya,

Adanya kejadian ini saya sudah melaporkan sementara ke tokoh pemuda terkait perampasan handphone oleh bank keleling dan saat ini korban suryani melakukan pencarian dari beberapa teman kerjanya, bank keliling tersebut”pungkas Suryani .(**)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini