Festival Janadriyah Perkuat Hubungan Indonesia dan Arab Saudi

Jakarta,Wartaterkini.News–Antusiasme yang tinggi dari masyarakat Arab Saudi terhadap budaya Indonesia di Festival Janadriyah menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan program diplomasi budaya di Arab Saudi.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Najamuddin Ramly mengatakan, Festival Janadriyah merupakan bentuk diplomasi budaya yang sangat dahsyat bagi Indonesia. Kesuksesan Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah ke-33 menjadi sebuah pemicu untuk membuka bentuk kerja sama lain di bidang kebudayaan dengan Arab Saudi.

“Festival Janadriyah ini jadi stepping stone untuk kita bekerja sama apa saja. Kemarin kami sudah ke Museum Nasional King Abdul Aziz. Kami merencanakan agar seluruh museum di Arab Saudi bisa digelar pameran dan seminar sejarah tentang risalah Islam datang ke Indonesia, dengan berbagai macam budaya yang mengiringinya,” kata Najamuddin Ramly, seperti dalam rilisnya yang di terima di Jakarta, Rabu (9/1).

Baca Juga :  Sebanyak 247 Kader PKK OKU Selatan Ikut Kegiatan Hatinya PPK

Di Festival Janadriyah, lanjutnya, Indonesia membawa pertunjukan seni yang beririsan dengan kultur Islam, seperti Saman, Zapin, Gambus, hingga Wayang yang mencerminkan bagaimana penyebaran agama Islam di Indonesia. Ia melihat, Festival Janadriyah telah membuka pandangan masyarakat Arab Saudi tentang Indonesia.

“Selama ini Indonesia hanya dikenal sebagai negara penyedia tenaga kerja. Setelah dikenalkan budaya Indonesia di Festival Janadriyah, mereka jadi kagum dan respek. Kita pun memiliki dignity, kewibawaan,” kata Najamuddin Ramly di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (8/1).

Karena itulah, Indonesia tidak akan melewatkan peluang untuk terus mengembangkan program diplomasi budaya di Arab Saudi. Apalagi Arab Saudi merupakan negara terkuat di antara negara-negara teluk lainnya, yaitu Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Arab Saudi juga berperan besar dalam keanggotaannya di Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). “Peran Arab Saudi sangat signifikan dalam OKI. Arab Saudi juga menjadi negara yang disegani oleh Amerika maupun negara-negara Eropa,” ujar Najamuddin.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Tinjau Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga

Ia menuturkan, setelah melakukan kunjungan ke Museum Nasional King Abdul Aziz, Indonesia akan bekerja sama dengan Arab Saudi untuk menggelar pameran di museum-museum. Pameran akan difokuskan kepada sejarah dan diskusi sejarah tentang bagaimana hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sejak dulu hingga sekarang.

Direktur Sejarah Kemendikbud, Triana Wulandari mengatakan, Kemendikbud dan KBRI Riyadh di Arab Saudi melihat antusiasme masyarakat Riyadh terhadap budaya Indonesia.
buy vibramycin generic onlineandnewblo.com/vibramycin.html over the counter

Hal tersebut semakin memperkuat keinginan untuk meningkatkan diplomasi budaya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat akademis. “Seperti seminar dan pameran yang mengangkat substansi sejarah Islam,” ujarnya.

Baca Juga :  Apes, Terlacak GPS Pelaku Ranmor Diringkus Jajaran polsek Setu Polres Metro Bekasi

Kemendikbud juga menerima permintaan dari otoritas pengelola Kota Madinah dan Mekkah agar mereka bisa mengadakan pameran di masjid-masjid raya di Indonesia. Rencananya, pameran akan digelar di Masjid Istiqlal di Jakarta, di Makassar, dan Sumatera Utara.

Triana menuturkan, Direktorat Sejarah Kemendikbud juga telah menerbitkan buku tentang sejarah Islam yang sudah dialihbahasakan ke bahasa Inggris. Kemudian ada permintaan dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh agar buku tersebut juga dialihbahasakan ke bahasa Arab. Rencananya, kegiatan alih bahasa tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Riyadh.

“Supaya mereka yang sudah sekolah dan punya potensi kita berikan ruang dalam kebahasaan. Mencoba menerjemahkan ke bahasa Arab, bagaimana sejarah Islam di Indonesia, agar diketahui juga oleh masyarakat Arab,” ungkapnya. (G.Suranto)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini