Minggu, Mei 22, 2022
Google search engine
BerandaBeritaEks Sekda Touna Tolak Jabatan Kadis Ini Alasannya

Eks Sekda Touna Tolak Jabatan Kadis Ini Alasannya

Touna Sulawesi Tengah, wartaterkini.news–Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Tojo Una-una Taslim DM Lasupu menolak Jabatan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Diketahui media ini Taslim dicopot sebagai Sekda pada 18 Mei 2021 setalah pasangan Moh Lahay dan Ilham lawidu di tetapkan Menjadi Bupati dan wakil bupati Touna periode 2021-2024.

Pada pekan (3/11) Taslim ditunjuk Bupati Touna Moh Lahay sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Namun, saat pelantikan serentak bersama pejabat eselon IV dan III yang digelar dihalaman Kantor Bupati, Taslim Tidak menghadiri pelantikan.

Artinya jabatan yang diembankan kepada Taslim batal demi hukum seperti yang diungkapkan, Pj Sekda Touna Syarif Lasawedi di lansir dari Metro Sulteng .

Baca Juga :  Tidak Terbukti Bersalah Caleg PPP Akan Lapor Balik

“Beliau (Taslim-red) tidak menghadiri pelantikan, berarti tidak mengikuti pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara, jadi jabatannya batal, padahal Pemda sudah berikan undangan dan diterima langsung olehnya”,singkat Syarif.

Terpisah Klarifikasi Taslim ketidak hadiran dalam pelantikan. “Kalau saya bicara Soal Pelantikan, maka saya akan bicara dari awal ketika saya dinonaktifkan sebagai Sekda oleh Bupati Touna”,ucap Taslim pada media ini Minggu (14/11/2021)

Taslim menilai pemberhentian dirinya sebagai Sekda adalah Inprosedural dan menyalahi aturan. Meski dirinya menerima karena itu adalah hak preogratif bupati.

“Setelah dinonaktifkan dari Sekda kemudian saya dipanggil untuk dilantik sebagai Kepala Dinas Perizinan”,paparnya.

Pengangkatan sebagai kepala dinas itu, jelasnya, sebagai ketentuan normatif benar dilakukan oleh Pemda, karena memang jika tidak ada lagi jabatan karena hanya satu jabatan di kabupaten.

Baca Juga :  Kunjungi Polsek Kadur, Ini Arahan Wakapolres Pamekasan

“Kalau memang saya tidak dikembalikan lagi di hak saya semula, minimal turun satu tingkat, itu sudah sesuai regulasi, tapi saya punya hak untuk menerima atau tidak”, jelasnya.

Dari sisi pemerintahan daerah, kata Taslim, kalau Pemda tidak memberi jabatan ke eks Sekda, maka Komisi Aparatur Spil Negara (KASN) tidak akan memberikan beberapa hak dari Pemda. Misalnya, kalau ada seleksi pimpinan pratama harus ada lelang. Maka KASN tidak akan memberi rekomendasi, karena tidak mengindahkan.

“Tapi dengan telah ditunjuk saya sebagai kepala dinas, sehingga nanti jika Pemda melakukan lelang jabatan tidak ada masalah karena Pemda telah mengindahkan meski saya tidak mau menerima jabatan”,jelasnya.

Baca Juga :  Lembaga Taktis Sebut Pengawasan Pemerintah Touna Dinilai Lemah, Terhadap Bom Ikan

Lanjut Taslim, secara pribadi dirinya tidak menerima hak sebagai kepala dinas karena merasa tidak nyaman bekerja.

“Jika saya menerima jabatan itu, saya sebagai bekas pimpinan ASN tidak akan nyaman bekerja, karena secara psikologi Pemda tidak menerima, karena yang dilakukan Pemda hanya memenuhi ketentuan normatif itu”, bebernya lagi.

Apalagi jika berpikir untuk kepentingan pribadi, dapat tunjangan, tapi itu dilakukan. Alasannya, banyak juga ASN jadi korban.

“Begitu banyak ASN jadi korban diberhentikan dan ditempatkan ke daerah terpencil yang alasan tidak mendasar, kalau saya menerima jabatan itu, bagaimana dengan mereka, sehingga saya tidak mau menerima, apalagi masih jiwa korsa ASN yang harus terus saya pupuk, bahwa kita benar-benar senasib seperjuangan”, pungkasnya. (Jefri/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,052,363
Total Kasus
Updated on 22 May, 2022 8:07 am

Paling Populer

Headline News