Dukungan Kementerian PUPR Terhadap 7 Prioritas Nasional

oleh -466 views

Jakarta, wartaterkini.news–Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan infrastruktur, dan berkomitmen untuk melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh Negeri, Upaya tersebut dilakukan secara terintegrasi melalui keterpaduan dan sinkronisasi pada unit organisasi (unor), mulai dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA) dan Perumahan. Pembangunan infrastruktur PUPR yang dilaksanakan difokuskan pada 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi disparitas antar wilayah. Jum’at (19-07-2019)

Dalam hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Rido Matari Ichwan bahwa Upaya percepatan tersebut dilakukan secara terintegrasi melalui keterpaduan dan sinkronisasi pada unit organisasi (unor), mulai Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA) dan Perumahan. Pembangunan infrastruktur PUPR yang dilaksanakan difokuskan pada 35 Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), untuk meningkatkan daya saing dan mengurangi disparitas antar wilayah.

Baca Juga :  Sirkuit Motocross MXGP Sumsel Terbaik di Indonesia

Adapun esensi dari hal tersebut adalah, pertama, Memadukan antara pengembangan wilayah dengan market driven, Kedua mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Ketiga, Memfokuskan pengembangan infrastruktur menuju wilayah strategis. Keempat, Mendukung percepatan pertumbuhan kawasan-kawasan pertumbuhan di WPS. Kemudian yang kelima adalah mengurangi disparitas antar kawasan di dalam WPS.

Untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berpatokan pada WPS, Maka diperlukan keterpaduan perencanaan antara Infrastruktur dengan pengembangan kawasan strategis dalam WPS. Selain itu juga dibutuhkan sinkronisasi program antar infrastruktur, Baik dari sisi fungsi, lokasi, waktu, besaran, maupun pendanaan.

Baca Juga :  Kunker Ke SBB Kapolda Maluku Apresiasi Kampung Tangguh Desa Waimital

“Kita melihat infrastruktur merupakan alat untuk meningkatkan konektivitas, meningkatkan penyediaan air sehingga produksi beras meningkat, bisa juga sebagai upaya meningkatkan kualitas masyarat di perdesaan dan perkotaan”. tutur Rido.

Dikatakannya juga bahwa pembangunan infrastruktur juga untuk mewujudkan tersedianya air minum dan juga mendukung pengelolaan sampah dengan baik. pembangunan infrastruktur bagian yang penting sebagai trigger atau pemicu bergeraknya perekonomian masyarakat.

“Kota Palembang diproyeksi menjadi kota inti yang berperan menjadi motor utama penggerak ekonomi. Tepatnya, menjadi pusat perdagangan dan jasa skala nasional yang dapat memberikan dampak positif pada kawasan di sekitarnya” ungkap Rido Matari Ichwan

Baca Juga :  Kota Lubuklinggau Bakal Mejadi Pusat Kegiatan Besar

Ditambahkanya bahwa pembangunan Jalan Tol Palembang-Indralaya serta pembangunan Jalan Tol Palembang-Kayuagung. Dengan demikian, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan perencanaan pengembangan Metropolitan Palembang Raya, guna mempersiapkan kawasan perkotaan tersebut mampu mengantisipasi berbagai tantangan perkotaan

“Saat ini ada beberapa faktor yang akan memacu percepatan pengembangan Kota Palembang, mulai dari pembangunan light rapid transit (LRT) Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II-Jakabaring, pembangunan rel kereta api double track sepanjang Jalan Tol Palembang-Tanjung Api-Api, pembangunan jembatan Musi III, pembangunan jalan lingkar dalam Kota Palembang” Pungkas nya. (Ril/red)

Print Friendly, PDF & Email