banner 728x250

Dukung Penurunan Stunting, Kapolres OKU Selatan Sambangi Anak Asuh

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Kapolres OKU Selatan AKBP Listiyono Dwi Nugroho dan Ketua Bhayangkari OKU Selatan Ny Dhea Listiono memberikan makanan tambahan bagi anak stanting dibeberapa desa dalam tiga kecamatan di wilayah hukum Polres OKU Selatan. Senin (24/07/2023).

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang merupakan anak asuh Polres OKU Selatan, dilakukan Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang OKU Selatan sebagai wujud kepedulian Polri dalam mendukung program pemerintah menangani stunting.

Kegiatan yang dilakukan di Desa Pedagang, Gunung Tiga dan desa Gunung Terang kecamatan Muaradua ini perdana dilakukan oleh Kapolres OKU Selatan dan Ketua Bhayangkari Cabang OKU Selatan pasca serah terima jabatan Kapolres yang baru dan yang lama.

Baca Juga :   Pimpin Upacara Perkemahan Saka Bhayangkara, Ini Harapan Kapolres OKU Selatan

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mewujudkan penurunan angka stunting secara nasional sebesar 14% di tahun 2024.

Selain itu PMT oleh Polres OKU Selatan diharapkan menjadi implementasi hadirnya Polri sebagai penolong benar-benar dirasakan masyarakat.

“Melalui program pemberian makanan tambahan bagi anak di desa-desa untuk mendukung program nasional penanganan stunting. Dan diharapkan masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai penolong masyarakat”, jelas Kapolres OKU Selatan AKBP Listiyono Dwi Nugroho, Selasa (25/07/2023).

Baca Juga :   Kapolresta Magelang Sambang dan Sumbang Masjid di Tegalrejo

Sementara itu Ketua Bhayangkari Cabang Polres OKU Selatan Ny Dhea Listiono pada kesempatan ini menyampaikan harapannya pada istri polisi di jajaran Polres OKU Selatan hingga Polsek untuk peduli membantu program penanganan stunting dengan mengedukasi para ibu akan pentingnya memberikan asupan gizi pada anak sejak lahir.

“Minimal para ibu Bhayangkari di jajaran Polres OKU Selatan, ikut peduli mengedukasi para ibu di sekitarnya untuk memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak-anaknya sejak lahir, sehingga upaya penurunan angka stunting 14% di tahun 2024 bisa dicapai khususnya di kabupaten OKU Selatan”,sebut Dhea (Red)