Dugaan Pungli PTSL, Warga Kertarahayu Diminta Biaya Administrasi Hingga 1,5 Juta

oleh

Bekasi Jawa Barat, wartaterkini.news – Dugaan aksi pungli Program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) oleh salah satu perangkat Desa Kertarahyu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ramai diperbincangkan oleh warga melalui aplikasi pesan singkat whatsapp.

Beredar sebuah gambar yang memperlihatkan seorang pria yang merupakan ketua RT 008 RW 004, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, tengah menerima uang dalam pecahan seratus ribu sebanyak tiga juta rupiah, dari salah satu warga sebagai biaya administrasi pengurusan PTSL dua bidang tanah.

“Dia kan gak mau ngeluarin kwitansi atas biaya yang diminta makanya saya foto, dia minta biaya tiga juta untuk administrasi ptsl atas dua bidang tanah, ternyata hal tersebut bukan ke saya aja semuanya juga dimintain rata-rata segitu” ujar Ahmad Gibran (33) warga Kampung Rawa Atug RT 001 RW 005, Desa Cibening, yang mengurus bidang tanah milik Mertuanya, Rabu (13/10/2021).

Baca Juga :  Hari Sumpah Pemuda Bupati OKU Selatan Serahkan Bantuan Motor Pengangkut Sampah

Menurutnya, dugaan pungli pada Program PTSL dikenakan kepada seluruh warga yang mengajukan permohonan untuk PTSL di Desa tersebut, dari data yang dimilikinya Pemerintah Desa Kertarahayu sendiri mendapatkan kuota sebanyak 2.108 untuk program PTSL kali ini.

“Itu dipungut biaya berkisar antara satu juta hingga satu juta setengah katanya buat administrasi permohon PTSL, kalo gak ada duitnya petugas tidak mau ngerjain kata dia (Red-Ketua RT)” tegas Gibran.

Baca Juga :  Berlaku Mulai Hari Ini, Aturan Ganjil Genap DKI Jakarta Diperpanjang

Selain dirinya, juga sejumlah warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sugaan pungli tersebut. Pasalnya, warga merasa sedikit keberatan, ditambah lagi di masa pandemi yang juga ikut terdampak perekonomiannya.

“Ayah saya udah mengajukan persyaratan diantaranya, FC KTP, KK, spot, AJB. Saya diminta bayar satu juta, tapi baru bayar empat ratus, katanya buat biaya administrasi, ya kita sebenarnya keberatan ya solanya kan kalau kata Jokowi program ini kan gratis” ungkap Indah (22), salah satu warga yang orangtuanya turut di mintai sejumlah uang untuk bisa ikut di Program PTSL.

Baca Juga :  Hut OKU, Rara Goyang Baturaja

Dugaan pungli Program PTSL tersebut, di akui warga sangat merugikan dan merasa keberatan, meski begitu warga pasrah karna khawatir permohonan Program PTSL yang diajukannya tak di proses oleh petugas.

Warga juga berharap, Program langsung dari Presiden Joko Widodo tersebut bisa berjalan lancar tanpa ada pungutan lain diluar biaya yang sesuai dengan aturan yang ada dalam program tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis terkait beredarnya kabar tersebut pihak Pemerintah Desa Kertarahayu tak ada satu pun yang bisa memberikan keterangan terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh perangkatnya, dan memilih bungkam. (EJS/Red).

Print Friendly, PDF & Email