Dugaan Pemukulan dan Penganiayaan Terhadap Sekertaris PNS Desa Pelita Askari Hi. Khar

Halmahera Selatan Malut, wartaterkini.news–Bahrun Sanusi dan Safrin Usman Dugaan pemukulan dan penganiyaan terhadap sekertaris PNS Desa Pelita Askari Hi. Khar, yang konon baru saja pansiun, yang mengakibatkan kepala dan wajah luka-luka. Jum’at (20-12-2019).

Askari Hi. Khar, saat di wawancara mengatakan pemukulan yang terjadi pada saat suda penutupan pesta joget.

“Anak saya menikah jadi saya bikin pesta joget sekitar jam 2:00, malam tetangga rumah sebelah ada sakit jadi dorang minta tutup pesta, kemudian saya tutup pesta setelah itu saya antar keluarga dari kampung baru, karna saya takut jangan sampai ada hal-hal yang terjadi di dorang saya suru pulang langsung saya antar di pelabuhan”, kata korban.

Baca Juga :  Meski Libur, Deru Tetap Hadir di Tengah Wartawan Memperingati Mualid di PWI Sumsel

Lanjut Askari setelah saya balik ke rumah, belum sempat sampai dirumah ada lemparan batu ke rumah saya, karna rumah saya dekat dengan pelabuhan saya liat arah batu itu dari Utara menuju ke selatan langsung saya tanya sapa yang lepar, langsung dia jawab si Safrin yang mengaku lepar rumah setelah dari situ dia langsung dia pukul saya, pukul dengan tangan, bagian wajah, kemudian kepala, setelah itu saya bale karna pak Umar ajak pulang, belum sempat masuk rumah si Bahrun Sanusi dia pukul lagi di bigian atas kening picah”. Tambahnya.

Baca Juga :  Bawa Celurit Hendak Aniaya Orang, Pemuda Muntilan Diamankan Polisi

Selain itu juga Iswan Ayat saksi mata menjelaskan sempat melihat pelaku yang bernama Safrin Usman biasa di sapa aca, adik dari kepala desa pelita Sabrun Usman yang melakukan pemukulan terhadap Askari Hi. Khar.

“Saya sempat liat itu Safrin Usman, setalah dia pukul langsung lari setelah itu saya dusu langsung dia lari, karna dalam keadaan malam saya so Tara sempat Lia dia lari kemana”. Ucapnya

Baca Juga :  Polres Halsel Amankan 200 Liter Saguer, 5 liter Miras Siap Edar dan 1 Terduga Pelaku Pembuatan Miras

Terpisah kasat Reskrim Polres halsel Dwi Gastimur Wanto, S.I.K, saat di temui diruang kantor oleh media ini mengatakan suda mengambil keterangan, namun kendalanya ada beberpa saksi yang belum datang.

“Mungkin Minggu depan lah karna penyidik juga Masi ada kasus lain, jadi kemungkinan Minggu depan kita coba panggil kalau tidak mau datang nanti kita jemput kesana, secara hukum ya” sistemnya masi praduga tak bersalah, kalau ada saksi lain yang menerangkan bahwa betul dia yang bersalah kita proses, secara hukum, dan harus bertanghung jawab”. Tandasnya (Ilham/red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini