Dugaan Kasus Korupsi Anggaran Pengadaan Bibit Udang Vaname, Ini Jawaban Kejati Maluku Utara

Ternate Malut, wartaterkini.news– Dugaan kasus korupsi anggaran pengadaan bibit Udang Vaname senilai Rp 6,8 miliar. Proyek tersebut melekat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara pada tahun 2016. Sejauh ini, belum ada laporan yang masuk ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Senin (09-08-2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Richard. Sinaga.SH. MH, mengatakan pihaknya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, belum pernah menerima pengaduan terkait, anggaran pengadaan bibit Udang Vaname, yang katanya di media online senilai Rp 6,8 miliar.

Baca Juga :  Kepala Staf Angkatan Laut Pimpinan Upacara HUT TNI AL Ke-77 

“Setelah kita lakukan cek, dibidang intel maupun pidsus, kita belum pernah menerima laporan, pada prinsipnya Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, belum menerima laporan atau aduan tersebut”. tutur Richard.

“Pada initinya Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, belum menerima laporan atapun aduan terkait dugaan kasus korupsi anggaran pengadaan bibit Udang Vaname senilai Rp 6,8 miliar”,tegas Richard.

Sementara Sekretaris Jendral (Sekjen) Jaringan Anti Korupsi (Jarak) Maluku Utara Tada Hakim, saat ditemui di kediamannya menuturkan bahwa,
Publik memang menggatungkan harapan besar terhadap Kepemimpinan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dalam menuntaskan berbagai kasus di Maluku Utara, khususnya Korupsi. Namun demikian kita harus memberi ruang kepada kepemimpinan baru dilantik (29-07-2021).

Baca Juga :  Kadis Kominfo SBB Buka Sosialisasi Pengelolaan Informasi Melalui Media Center

“Artinya masa dinas Beliau baru satu Minggu, jangan kita sudah mengklaim Kajati baru gagal, menambah catatan peristiwa dan arasi-Narasi liar yang memojokkan institusi penegak hukum. Apalagi tudingan itu tidak berdata dan tidak berdasar. Akhirnya salah sangka”.ungkap tada hakim. (Iswan/Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini