Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaBeritaDorong Kemandirian Pondok Pesantren, Pemkab Pamekasan Sambut Baik Pengembangan Pertanian berbasis Agri...

Dorong Kemandirian Pondok Pesantren, Pemkab Pamekasan Sambut Baik Pengembangan Pertanian berbasis Agri Santripreneur

Pamekasan Jatim, wartaterkini.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyambut baik pondok pesantren yang mengembangkan pertanian untuk mendorong kemandirian pesantren berbasis Agri Santripreneur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah menyampaikan, pihaknya menyiapkan bantuan hibah untuk pesantren yang ingin memupuk santrinya memiliki kemampuan bertani. Selain mempersiapkan potensi santri, program tersebut juga mendukung ketahanan pangan nasional.

Bantuan hibah pertanian itu tidak hanya kepada kelompok tani, melainkan lembaga non profite juga berhak menerimanya, termasuk pondok pesantren.

“Lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pertanian kita harus masuk, bukan hanya untuk kelompok tani. Meskipun memang ada bantuan yang harus lewat kelompok tani,” ungkapnya, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga :  Lanal Morotai FC Sabet Juara II Kompetisi Sepak Bola Bupati Cup II Morotai

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) itu menambahkan, pihaknya harus melihat terlebih dahulu pesantren yang menginginkan bantuan hibah pertanian tersebut. Mulai lokasi pesantren, serta potensi daerah, sebab hal itu sangat menentukan kesuksesan program tersebut.

“Pesantren yang mau mengembangkan pertanian, kita lihat potensinya. Misalnya kalau daerah Tlanakan diberi durian kan tidak cocok, makanya kita harus lihat potensi yang ada, lokasi pesantrennya dimana, ada air atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Rela Antri Untuk Menerima Vaksinasi di Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam Pamekasan

Dia mencontohkan, daerah tegal seperti daerah Pegantenan tanaman yang cocok adalah alpukat, dan durian. Sementara daerah yang memiliki potensi air bagus bisa fokus terhadap pengembangan padi, dan jagung. Selain itu, pesantren juga bisa meminta arahan kepada instansinya tentang tanaman yang cocok di daerah tersebut.

“Tahun ini rencananya ada 13 pesantren (jadi pilot project pesantren berbasis agri santriprenuer,red), kita lihat perkembangannya, kita tidak usah muluk-muluk, 13 pesantren ini bisa jos atau real itu sudah sangat luar biasa,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemasangan Portal Jalan Menuju Gardu Induk PLN Genteng Berbuntut Panjang

Menurutnya, sebanyak 13 pesantren yang menjadi percontohan kemandirian pesantren berbasis agri santriprenuer itu tersebar di 13 kecamatan dengan aneka bantuan sesuai potensi alam di pondok pesantren tersebut.

“Bantuannya nanti bisa berbentuk barang, ke belakang kita harus berdiskusi dengan lembaga untuk mengetahui potensinya,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Ahmadi mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung kemandirian pondok pesantren, tidak hanya pertanian dan peternakan, tetapi juga di bidang perikanan yang memerlukan perhatian serius.

“Kami berharap pemerintah mensupport program seperti ini untuk mendorong kemandirian pesantren,” harapnya. (Mz/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News