Ditemukan Sudah Tak Bernyawa Sehari Nenek Berusia 70 Dicari Pihak Keluarga

BANYUWANGI,wartaterkini news – Mbah Baenah (70) warga Dusun Rejomulyo, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi ditemukan tewas di sungai wilayah Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

Korban tinggal bersama anaknya yang rumahnya dekat sungai. Jasad Mbah Baenah terseret arus sungai hingga kurang lebih 1 kilometer.

Korban ditemukan di sungai diwilayah kecamatan Muncar, pada Rabu (07/09/2022), sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapolsek Muncar AKP Imron melalui Kanit Reskrim Iptu Sadimun menjelaskan, awal korban ditemukan oleh Ponidi (56) saat akan membuka pintu air melihat korban tersangkut.

Baca Juga :  Pengambilan BLT Membludak, Pemko Siantar Harus Tegas Terapkan Sosial Distancing

“Awal diketahui oleh Ponidi, korban tersangkut di pintu air, terlihat kepala dan tangan korban.” Jelasnya.

Waktu itu, kata Sandimun, salah seorang warga melaporkan pristiwa itu ke Polsek Muncar. Warga juga mengabarkan kejadian itu kepada warga lain.

Korban oleh warga dan relawan dievakuasi diangkat kedarat, setelah petugas kePolisian bersama tim medis datang kelokasi korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :  Dinsos OKU Selatan Dirikan Dapur Umum di Lokasi Longsor

“Selain kepolisian, warga juga ikut mengabarkan karena korban tidak dikenali dilingkungan dan juga tidak ditemukan Indentitas.” Kata Sandimun.

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Sandimun, korban meninggalkan rumah sejak Selasa 6 September 2022pukul 08.00 WIB.

Pihak keluarga sudah berusaha mencari keberadaan korban, namun tak kunjung ditemukan.

Korban baru ditemukan pada Rabu 7 September 2022 dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, jasad korban mengapung di pintu air sungai Dusun Sukosari.

Baca Juga :  DPRD Banyuwangi Doakan Ahli waris Hj. Halimah

Hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka gores di kepala korban bagian atas.

“Luka pada korban dimungkinkan karena terjatuh atau terbentur batu padas saat hanyut di sungai,” terang Sandimun.

Sandimun menyebut, dari keterangan keluarga, korban ternyata mengalami lupa ingatan (pikun) sejak 3 tahun lalu.

“Pihak keluarga sudah menerima kepergian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan. Saat itu juga jenazah korban kami serahkan untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini