banner 728x250

Diduga Mungut Parkir di Lahan Sekolah, Arogansi dan Jawaban Kasek SMPN 2 Cluring Ini Bikin Geleng Kepala

Banyuwangi,wartaterkini news-Perlakuan kurang baik dialami tiga pewarta di Banyuwangi. Ironisnya, perbuatan tak pantas dicontoh ini dilakukan oleh oknum kepala sekolah negeri di Banyuwangi, Jawa Timur.

Hal ini terjadi saat oknum ini dikonfirmasi terkait adanya dugaan pungutan parkir motor pelajar SMPN 2 Cluring Rp. 2000 permotor pelajar, usai penitipan motor yang ada di warga lingkungan sekolah direlokasi ke lahan milik sekolah tersebut.

Dengan nada keras oknum kepala sekolah ini sembari menunjuk – nunjuk wartawan mengatakan jika relokasi parkir pihaknya sudah berkomunikasi dengan Tiga Pilar Desa Tamanagung, dengan dalih untuk mengatisipasi kenakalan pelajar.

Lantaran, terdapat nilai buruk diraport beberapa pelajar karena diduga sering bolos, dan merokok saat jam sekolah. Selain itu, hasil dana relokasi parkir itu juga untuk program sekolah agar wali murid tidak terbebani dana PSM (Peran Serta Walimurid), dan untuk operasional sekolah.

Baca Juga :   Selama Masa Kampanye Panwascam Cikarang Barat Optimalkan Pengawasan dan Penyelesaian Sengketa Pemilu

Saat ditanya apakah adanya parkir motor pelajar tersebut pihak sekolah memberikan retribusi kepada negara, dengan lantang oknum ini menjawab jika parkir di sekolah ini adalah rumahnya.

“Parkir ini rumah saya,” jelasnya, Senin (06/05/2024).

Melihat arogansi dan mendengar jawaban itu, salah satu pewarta yang ikut melakukan konfirmasi sontak geleng kepala.

“Ojo gedek – gedek mas, saya ini orang tua, saya ngomong jangan disepelekan, mohon maaf,” cetus oknum tersebut sembari menunjuk – nunjuk ke arah pewarta tersebut.

Baca Juga :   Whoosh Jelaskan Soal Video Viral Kebocoran di Kereta

Sementara itu perwakilan Tiga Pilar Desa Tamanagung, Budi Bronk, membenarkan jika pihak desa diundang di rapat relokasi parkir tersebut.

“Kita diundang. Waktu itu hanya untuk rapat relokasi parkir pelajar, karena menurut sekolah untuk mengantisipasi kenakalan pelajar,” ungkap Budi, Senin (06/05/2024).

Saat ditanya apakah terkait pungutan parkir pihak tiga pilar desa mengetahui, dengan lantang Budi menjawab terkait pungutan parkir pihak tiga pilar desa tidak mengetahui. Pihaknya diundang hanya untuk masalah relokasi saja.

“Iya hanya untuk relokasinya saja. Kalau pungutan kita tidak tabu. Bahkan dalam rapat kita sudah ingatkan jangan sampai ada pungutan,” jelasnya.

Baca Juga :   Panpel Gelar Rangkaian Kegiatan Meriahkan HUT OKU Selatan Ke-19

Terkait pungutan ini juga dibenarkan salah satu wali murid SMPN 2 Cluring. Bahkan dalam rapat pembahasan itu, pihaknya juga tidak mengetahui dan diberitahu.

“Iya anak saya setiap harinya parkir di sekolah bayar Rp. 2000,” jelas wali murid yang enggan diaebut namanya tersebut, Senin (06/05/2024). **