Dialog Interaktif Bersama Persatuan Tunanetra Indonesia Kabupaten Jepara

Jepara Jateng, wartaterkini.news–Masih banyak para orang tua yang merasa malu apabila anak atau anggota keluarga mereka berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Sehingga mereka berusaha menutup diri dan menjaga agar anaknya tidak berinteraksi dengan orang lain.Padahal ini akan sangat merugikan kehidupan anaknya ke depan.

Hal ini terungkap dalam dialog interaktif bersama Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Jepara, Selasa (11/1/2021), di Radio Kartini FM Jepara.

Dalam dialog yang dipandu oleh Nasya Ahmad, menghadirkan narasumber istimewa yaitu Ketua Pertuni Kabupaten Jepara Marzuki, Sekretaris Pertuni Hariyanto, dan Wakil Bendahara Pertuni Dariono.

“Memiliki anak berkebutuhan khusus tentu bukan sebagai pilihan. Ini merupakan sesuatu yang sudah digariskan oleh Allah SWT dan harus kita terima,” kata Marzuqi.

Baca Juga :  PT LG Electronics Indonesia Ditutup Sementara, Terkait 238 Karyawan Terpapar Covid 19

Marzuki menilai, masih banyak para orang tua yang justru menyembunyikan anak atau anggota keluarganya yang berkebutuhan khusus (tuna netra), dari lingkungan sekitar. Padahal ini sangat tidak baik bagi perkembangan dan kehidupan mereka ke depan.

“Bagi yang mempunyai anak tunanetra jangan disembunyikan, tapi harus didorong dan diberikan semangat agar bisa bergaul dengan lingkungan sekitar,” kata dia.

Menjadi seorang berkebutuhan khusus, tentu bukan sebagai pilihan mereka. Tapi ini adalah sesuatu yang sudah digariskan. Meskipun dengan segala keterbatasan, dengan semangat dan terus belajar mereka mampu menjadi insan yang mandiri.

Melalui dialog interaktif dengan tema, “Kecacatan Bukan Halangan untuk Berkarya” mengajak bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan khususnya tunanetra untuk lebih terbuka dan lebih mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka. Dengan begitu mereka mampu mandiri, dan memberikan kehidupan untuk keluarganya.

Baca Juga :  Anggota DPRD dan Forum Kades OI Lakukan Sinkronisasi Pilkades

“Masih banyak yang mereka yang tertutup, bahkan disembunyikan keluarganya dari lingkungan. Ini malah kasihan si anak,” kata dia.

Saat ini, ada 63 anggota tunanetra yang tergabung dalam Pertuni Jepara. Saat ini, mereka ingin mencari warga yang berkebutuhan khusus yaitu tunanetra untuk ikut bergabung dalam organisasi Pertuni. Lewat organisasi ini, mereka bisa saling support dan membantu satu sama lain.

“Kami masih bergerak ke desa-desa, untuk mengajak mereka yang sama seperti kita untuk bergerak bersama-sama untuk maju,” kata dia.

Sekretaris Pertuni Hariyanto menyambut baik, adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyandang Disabilitas di Kabupaten Jepara. Jika benar-benar diaplikasikan di lapangan, tentu akan memberikan angin segar bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

Baca Juga :  Jenderal Dudung Resmi Sandang Gelar Doktor Secara Cum Laude

“Kami menyambut baik Perda disabilitas. Semoga ini bisa dilaksanakan di lapangan,” katanya.

Diakui selama ini masih ada stigma negatif yang diberikan masyarakat bagi penyandang tunanetra. Untuk itulah perlu adanya edukasi kepada masyarakat, bahwa tunanetra ini tidak hanya dikenal untuk meminta-minta tetapi juga bisa hidup mandiri.

“Kami juga telah mengikuti edukasi dan pelatihan, seperti pijat. Ini bisa membantu untuk mendapatkan penghasilan,” Kata dia.

Dariono menambahkan, perhatian pemerintah kepada penyandang tunanetra sudah cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari dukungan pemerintah, melalui pelatihan-pelatihan, dan dukungan berbagai kegiatan yang digelar Pertuni Jepara. (Sumber: Diskominfo Jepara/Eko/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini