Demo Harga BBM, Pendemo Sebut Copot Kadis Perindagkop dan Tolak Edaran Pemda Morotai

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Mahasiswa Universitas Pasifik yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Morotai menggelar Aksi Demonstrasi Penolakan Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi.

Aksi yang berlangsung di depan Polres Pulau Morotai, senin (12/09/2022), para pendemo mendasak agar Kepala Dinas (Kadis) Perindagko dan UKM Kabupaten Pulau Morotai dicopot dari jabatannya.

Selain itu, para pendemo juga menolak Surat Edaran Pemda Morotai yang menetapkan harga eceran BBM Non Subsidi (Pertamax) sebesar Rp. 16.500/liter.

Baca Juga :  Debat Pertama Usman-Bassam Kuasai Panggung, Bahas Soal Jalan Obi dan Makeang

“Ada satu permintaan kami dari GmnI Morotai yaitu, Kadis Perindagkop yang sampai saat ini tidak konsisten atau tidak baik dalam menjalankan tugasnya, maka kami meminta di Copot Kadis Perindagkop Morotai dari jabatannya,” koar Ezen salah seorang Pendemo.

Ia juga meminta agar pihak Polres Pulau Morotai mengawal dengan ketat, seluruh stok BBM Subsidi yang masuk ke Pulau Morotai.

Baca Juga :  Polres Bener Meriah Gelar Razia Balap Liar 7 Sepeda Motor Diamankan Petugas

Menurutnya, hal yang menjadi keresahan masyarakat Morotai pada khususnya, yakni naiknya Harga BBM Subsidi dan turunya harga Kopra.

“Sekarang yang menjadi keresahan Masyarakat Morotai yakni harga BBM yang melonjak tinggi, begitu pun dengan turunnya harga Komoditas dalam hal ini Kopra, turunnya harga kopra menindas para petani,” pungkasnya

Suasana Aksi GmnI di depan Polres Morotai

Sementara Ketua DPC GmnI Morotai, Crisnadi Wairo membeberkan 7 tuntutan aksi demonstrasi tersebut diantaranya:

  1. Menolak Kenaikkan Harha BBM.
  2. Mendesak pihak Polres Morotai untuk melakukan pengawasan terhadap aliran BBM Bersubsidi.
  3. Mendesak kepada pemerintah untuk mengatur kembali data kebutuhan subsidi di Kabupaten Pulau Morotai.
  4. Mendesak pihak Polres Morotai menangkap dan mengadili Mafia BBM berdasarkan aturan yang berlaku.
  5. Memdesak kepada Pemda Morotai menertibkan harga transportasi, baik transportasi darat maupun laut.
  6. Menolak Edaran Pemda terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.16.500/liter.
  7. Copot Kadis Perindagkop. (Endi/Red)
Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini