Dansatgas Posko Karhutla Tutup Status Siaga Darurat Asap Akibat Karhutla

Palembang,wartaterkini.news– Dengan berakhirnya Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 201, sebagaimana Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 102/KTPS/BPBD-SS/2018, tanggal 1 Februari 2018 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

Posko Satgas Karhuta Sumsel mengadakan Rapat Penutupan Posko Satgas Karhutla Sumsel, rapat dipimpin langsung Komandan Satgas Karhutla Prov.Sumsel (Danrem 044 Gapo) di Ruang Rapat Posko Karhutla, Kantor BPBD Sumsel Jalan Arah Bandara SMB II Palembang, Rabu (31/10/2018).

Korem 044 Gapo selaku Komandan Satgas Karhutla, Kolonel Inf. Iman Budiman, S.E dalam arahannya menyampaikan saat ini tanggal 31 Oktober sudah memasuki hari terakhir Status Siaga Karhutla, selama 49 hari dalam Status Siaga Merah, indeks ISPU menunjukkan ISPU Sumsel baik, hanya satu hari ISPU dalam keadaan sedang.

Baca Juga :  Mercy S600 Guard Jadi Mobil Dinas Baru Presiden Jokowi

Siaga Merah ditetapkan oleh Damrem selama 50 hari (49 hari ISPU Baik dan 1 hari ISPU dalam keadaan Sedang. Persepsi Karhutla belum mencapai sempurna  tetapi data yang dihasilkan sebagai bahan/data untuk pembanding tahun depan.

“Tujuan rapat ini adalah menyusun data/informasi dari berbagai OPD terkait dengan Karhutla agar dibuat laporan sebagai bahan pertanggungjawaban kepada Gubernur Sumsel”, katanya.

“Kehormatan bagi Korem ditunjuk sebagai Dansatgas Karhutla dan berharap mudah-mudahan rapot kinerja kita juga baik”, tutup Iman Budiman.

Kalaksa BPBD Sumsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat, Ansyori melaporkan secara kinerja sudah sangat bagus, tetapi secara administrasi ada beberapa yang kurang dari adiministrasinya

Baca Juga :  Kasdam V Brawijaya Tutup TMMD Ke-112 Kodim 0826 Pamekasan

Sementara Sub Satgas Gakkum Polda Sumsel melaporkan seperti arahan Dansatgas kita harus mengoptimalkan kegiatan pencegahan Karhutla yang dilakukan adalah mitigasi contohnya pemasangan  spanduk, pamplet, penyebaran Maklumat, Patroli Sinergitas dengan rekan-rekan yang tergabung dalam Satgas. Kegiatan mitigasi yang ditotal dari setiap  Polres  dan dibandingkan dengan jumlah titik api atau hot spot maka akan ditemukan/disimpulkan kurva yang berbanding terbalik artinya semakin besar mitigasi yang dilakukan ini membawa pengahruh terhadap jumlah hot spot yang terjadi dalam suatu daerah.

“Kemudian untuk kegiatan penegakan hukum sendiri  berkordinasidengan pihak Bareskrimsus  ada 7 kasus yang sudah disidik. Satu kasus Korporasi kemudian enam kasus perorangan, enam kasud perorangan ini tiga kasus sudah tahap P21 berkas juga dinyatakan lengkap oleh DPU dan yang tiga kasusnya dalam proses penyidikan ditindak dan ini perlu diekspose di koran sehingga masyrakat tahu bahwa pembakaran hutan itu ada sangsinya dan ada hukumannya. Jadi paling tidak biar tahu bahwasanya pembakaran hutan adalah perbuatan yang salah sehingga diharapkan bisa membawa efek jera dan tentunya akan mengurangi niat-niat dari para pembakar lahan yang akan melakukan kegiatan pembakaran”, tutupnya.

Baca Juga :  Bentuk Kedisiplinan CPNS, Lapas di OKU Selatan Gelar Latihan Fisik

Hadir dalam kegiatan ini Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Sumsel, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Dinas Kehutanan Prov.Sumsel, Dinas Perhubungan Prov.Sumsel, Dinas Perkebunan Prov.Sumsel, Dinas Pertanian Prov.Sumsel, Satpol PP Prov.Sumsel, DLHP Prov.Sumsel, BBBLKHL Wilayah Sumsel, BMKG SMB II, UPTD Lab Lingkungan Hidup Prov. Sumsel, Arnav PLM, Ponpes Aulia Cendekia, Para Kabid, Kasi, Staf BPBD Prov.Sumsel. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini