Danrem 072/Pamungkas Dikukuhkan Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi DIY

Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono, S.I.P., M.Si. dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi DIY bertempat di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarukmo, Jalan Laksda Adisucipto No.81, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (04/09/2022). (foto: Penrem072/Narwan WT)

Sleman DIY, wartaterkini.newsDanrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono, S.I.P., M.Si. dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi DIY oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Pengukuhan bertempat di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarukmo, Jalan Laksda Adisucipto No.81, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, (04/09/2022).

Acara pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi DIY ini merupakan kerjasama Korem 072/Pamungkas dengan BKKBN DIY. Serta didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman yang diselenggarakan oleh Kodim 0732/Sleman. Kegiatan dengan mengangkat tema “Malam Peduli Stunting untuk Program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sleman Provinsi DIY”.

Pengukuhan ditandai dengan menyematkan selendang Duta Bapak Asuh Anak Stunting Provinsi DIY kepada Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Puji Cahyono oleh Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Kemudian dilanjutkan penyematan Pin Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting tahun 2022 kepada Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Sekda Kabupaten Sleman dan para Dandim jajaran Korem 072/Pamungkas wilayah DIY.

Baca Juga :  TNI-POLRI Maksimalkan Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden Federal Jerman

Danrem 072/Pamungkas dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan untuk menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Korem 072/Pamungkas dan jajarannya siap membantu untuk mensukseskan program pemerintah pusat maupun daerah guna menurunkan angka Anak Stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut tentunya harus berkolaborasi dengan Pemda, unsur masyarakat dan para pengusaha  agar dapat terlaksana dengan baik.

“Saya mengajak kepada seluruh Komandan Satuan jajaran Korem 072/Pamungkas dan seluruh elemen masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkomitmen, peduli dan membantu percepatan penurunan stunting. Semoga dengan adanya program Bapak Asuh Anak Stunting ini bisa menurunkan angka stunting menjadi 0% (New zero stunting) pada tahun 2024 di wilayah Provinsi DIY,” ujar Danrem 072/Pamungkas.

Baca Juga :  Danrem 072/Pamungkas Kunjungi Kodim 0707/Wonosobo

Sementara itu, Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyampaikan bahwa percepatan penurunan angka stunting merupakan salah satu agenda prioritas nasional untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Pemerintah menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia menurun dari 37,8% (2013) menjadi 24,4% (2021). Angka prevalensi stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berada di angka 17.3% dan merupakan terendah ketiga secara nasional setelah Bali (10.9%) dan DKI Jakarta (16.8%). Sedangkan prevalensi stunting di Kabupaten Sleman berada di angka 16%.

BKKBN RI mendapatkan amanah sebagai ketua pelaksana tim percepatan penurunan Stunting tingkat pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting. Sebagai tindak lanjut, BKKBN memberikan ruang apresiasi atas kontribusi setiap unsur pemangku kepentingan dan masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting. Salah satunya dengan mengajak mitra kerja dan berbagai institusi untuk menggalakkan gerakan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).

Baca Juga :  KIR Gratis Untuk Bentor, Pemda Morotai Upayakan Pengendara Bentor Dapat Tunjangan

Lebih lanjut kepala BKKBN RI menambahkan sejalan dengan pedoman asuhan gizi anak stunting, setiap anak yang berdampak stunting nantinya akan mendapatkan makanan olahan berprotein tinggi (protein hewani). Diberikan setiap hari selama 6 bulan berturut-turut untuk memperbaiki status gizinya sehingga resiko stunting bisa dieliminasi secepatnya.

“Nantinya, mekanisme pemberian bantuan ini akan dilaksanakan oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di setiap Kabupaten,” pungkas Kepala BKKBN.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo, Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, para Dandim jajaran Korem 072/Pamungkas wilayah DIY. Juga  Forkompimda Kabupaten Sleman, segenap elemen masyarakat peduli stunting dan para pengusaha di wilayah Kabupaten Sleman. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini