Dampak Dari Habisnya Hewan Buruan dan Pembalakan Liar Akhirnya Harimau Turun Gunung

Pagaralam Sumsel, wartaterkini.news— Maraknya teror dari harimau Sumatra yang mendiami daerh pegunungan gunung Dempo kota Pagaralam alam telah memakan korban nyawa, Kamis kemaren (05-12-2109) salah seorang warga bernama nyanto (35) tewas diterkam Harimau Dikebun kopi miliknya yang berada didesa Tebat Benawa areal ini diduga masuk kawasan hutan lindung bukit patah kota Pagaralam.

Yanto adalah korban kedua yang tewas diterkam harimau, sebelumanya ada juga warga desa Tanjung Sakti yang juga tewas diterkam binatang buas tersebut.

Maraknya teror binatang buas tersebut bukannya tampa sebab karna habitat mereka sudah terganggu akibat banyaknya perburuan makanan harimau, pembalakan hutan dan membukaan areal hutan lindung oleh masyarakat diseputaran hutan lindung gunung Dempo, tempat para harimau itu tinggal sehingga binatang buas tersebut merasa tergangngu oleh ulah manusia manusia yang tidak bertanggung jawab ini.

Baca Juga :  Awaluddin Warga OKU Selatan Temukan Jejak Kaki Binatang Buas Yang Diduga Harimau

Dimana masyarakat sering melakukan perburuan makanan mereka, penebangan pohon diseputaran hutan lindung tersebut dan kayunya dijual ke para cokong cokong yang ada dikota Pagaralam sehingga ruang gerak habitat harimau tersebut menjadi sempit dan membuat binatang buas tersebut marah, sehingga ada manusia yang tidak berdosa menjadi korbannya.

R Jonsi ketua LSM Wira kota Pagaralam ditemui media ini mengatakan, pemerintah kota Pagaralam dan dinas Kehutanan kota Pagaralam dan UPTD harus bergerak cepat mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan ataupun masyarakat yang melakukan perburuan rusa dan kijang makan harimau tersebut dan melakukan pembalakan liar diseputaran areal hutan lindung yang berada digunung Dempo, pemerintah kota harus tegas terhadap masalah kita. Logika saja ini karna tidak mungkin harimau memangasa manusia kalo habitat mereka tidak diganggu manusia.

Baca Juga :  Ridho Yahya Berharap SMSI Dapat Meningkatkan Profesional Jurnalis dalam Membangun Kota Prabumulih

“Jangan sampai masyarakat yang tidak berdosa menjadi korbannya, apalagi sekarang masyarakat takut kala mau pergi kekebun was was ada harimau. Apalagi masalah harimau yang memakan korban ini sudah tersebar ke seintero Indonesia”. Ujarnya Jumat (06-12-2019).

Jangan sampai cuman harimau nya saja yang ditangkap para pelaku pembalakan dan perusakan hutan lindung juga harus ditangkap dan harus ditindak tegas siapa pun itu.

Baca Juga :  Pakai BBG, Nelayan OKI Hemat Ongkos Melaut Hingga 50%

“Kami juga akan segera menyurati WALHI agar segera datang kepagaralaam meyelidiki masalah ini”, Pungkasnya (Boy/red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini