Dahsyatnya Kopi Pada Festival Kopi Rakyat Sumsel 2018

Palembang,wartaterkini.news– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru membuka Festival Kopi Rakyat, yang diselenggarakan oleh Event Organizer 8 People Palembang.

Puluhan tenat kopi khas Sumsel seperti kopi Pagar Alam/ Kopi Empat Lawang, Kopi Semendo dan beragam kopi lainnya menghiasi Griya Agung.

Maka dari itu Pemerintah Provinsi Sumsel mengadakan kegiatan Festival Kopi Rakyat Sumsel 2018 di Griya Agung, dengan 27 peserta dari tujuh Kabupaten/Kota yang ada dan ber tagline “Beli, bela, minum kopi kita Sumsel”.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa hampir tidak pernah kata kopi itu hilang, bahkan lebih dasyat dari pada kata cinta. Kalau kata kopi pasti ada setiap hari itulah dasyatnya kopi, ketika dibangunkan saja saya dibangunkan dengan aroma kopi oleh istri tercinta.

Baca Juga :  WNA Asal Tiongkok Yang Tewas Di Apartemen Meikarta, Polisi : Fakta Di TKP Bukan Karena Corana Virus

“Itulah dasyatnya kopi, ketika dibangunkan dengan aroma kopi dan saya tahu yang mana buatan istri yang mana buatan orang lain,” jelasnya saat Pidato, Sabtu (10/11/2018).

Alasan apalagi kita tidak mendukung kopi Sumsel yang sangat luar biasa ini, lihat saja kekuatan kopi dimana-mana. Robusta maupun Arabica khas Sumsel itu sungguh luar biasa, namun sayang masih kurang cara pengelolaan.

“Saya mencari tahu kenapa robusta dan arabica asli Sumsel kalah saing padahal kualitasnya bagus, ternyata orang tahu pengolahan kopi di Sumsel kurang baik,” Ujarnya.

Maka dari itu, kita ajak mereka berbenah mengelola kopi dengan cara yang baik dan benar serta kebersihan kopi. Sebelum mengolah langkah selanjutnya kita harus kasih pengetahuan dan pelatihan cara mengolah kopi yang baik, untuk cita rasa kopi tergantung cara mengolahnya dan kita harus mencari cita rasa kopi khas Sumsel.

Baca Juga :  Pertanian OKI Tahan Terhadap Guncangan Pandemi

“Para pegiat khususnya jajaran yang mengurus semua pengelolaan kopi saya minta ada pembinaan khusus untuk petani kopi agar lebih baik,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan kopi sumsel Zain Ismed mengungkapkan, kopi Sumsel itu sangat besar potensi untuk dikembangkan dengan produksi 0.6 hingga 0.9 ton per tahun memang masih kalah dengan Vietnam yang produksi tiga ton pertahun.

“Artinya dengan produksi itu kita bisa mengalahkan Vietnam dalam produksi kopi dan kopi Sumsel semakin dikenal,” Jelasnya

Baca Juga :  Demo Kawal MK Hari Ini, Banyak Tulisan di Spanduk Yang Bertebaran!

Saat ini masih banyak petani kopi yang masih terburu-buru dalam panen, seperti biji kopi yang masih berwarna hijau tetapi sudah dipanen dan itu yang menyebabkan kualitas kopi tidak baik.

“Ini yang harus kita perhatikan, masih banyak petani yang panen dengan cara petik pelangi,” Ujarnya.

Di sini juga harus ada perhatian dari Pemerintah bagaimana cara agar kopi Sumsel lebih terkenal, walau hanya tempat-tempat tertentu yang banyak kebunnya. Terlebih lagi masih banyak kebun yang sudah tua dan itu perlu dilakukan replainting.

“Kita harus melakukan semua SOP mulai dari SOP penanaman hingga pengolahaan Kopi dan harus standar Internasional,” Ujarnya. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini