banner 728x250

Cuan Miliran Rupiah, BUMdes Bumi Pratama Mandira Bangun Desa Hingga Jamin Premi Kecelakaan Kerja Seluruh Warga

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Desa Bumi Pratama Mandira di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) terbukti mampu mengoptimalkan potensi desa untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendapatkan PADes (pendapatan asli desa) melimpah. Inilah potret sesungguhnya tujuan pemerintah menggelontorkan Dana Desa.

Desa Bumi Pratama Mandira merupakan salah satu desa terluar di Provinsi Sumatera Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung. Akses menuju desa ini cukup jauh. Butuh waktu perjalanan darat sekira 4 jam melalui darat dari Kayuagung, ibukota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Bagaimana Desa Bumi Pratama Mandira bisa berkembang dengan pesat? Jawabannya adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes secara professional dan berkelanjutan.

Pahmi Habib Kepala Desa Bumi Pratama Mandira menceritakan Prestasi ini tak lepas dari peran BUMDes Gerbang Emas yang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki Desa untuk mensejahterakan masyarakatnya. Kini BUMDes itu berhasil memiliki pendapatan mencapai 2 Milyar rupiah di tahun lalu.

Baca Juga :   Raih Predikat WBK, Prestasi Gubernur Akmil Diapresiasi KSAD

“Semangatnya sama pemerintah pusat dan pak Bupati ingin memajukan desa, Nah saya ingin membangun desa saya” terangnya ditemui pada acara peresmian balai desa Bumi Pratama Mandira, Senin, (27/2).

Balai desa Bumi Pratama Mandira yang diresmikan itu tampak berdiri kokoh. Rangkanya ditopang besi jenis Galvanis dengan luas mencapai 1.300 m. Balai ini di bangun melalui dana Pendapatan Asli Desa.

Kades Pahmi menceritakan Desa eks tambak udang itu memiliki potensi luar biasa namun masyarakatnya belum sejahtera.

“Dulu masyarakat sinikan hanya jadi buruh mas, nah sekarang sudah punya tambak mandiri. Dari desa kita bantu bagaimana masyarakat petambak bisa maju”,ceritanya.

Dengan visi-misi desa yang kami sinergikan dengan visi misi Kabupaten OKI untuk mendorong percepatan pembangunan di desa, dia mengajak petambak mandiri maupun perusahaan sekitar untuk membangun desa.

Melalui Peraturan Desa (Perdes) Desa Bumi Pratama Mandira mengenakan retribusi terhadap hasil tambak yang keluar dari lahan milik petani.

Baca Juga :   Forkopimda OKI Turun ke Pasar, Cek Harga Bahan Pokok dan Gelar Pangan Murah

“Retribusi tidak dikenakan ke petani tapi pembeli yang datang dari luar desa bahkan dari luar provinsi” terang dia.

Selain itu BUMdes Gerbang Emas juga bergerak disektor usaha pakan udang, dan jual beli hasil tambak. Hasilnya miliaran rupiah mampu diraup oleh badan usaha milik desa itu untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bangun 2 unit jembatan, lalu jalan setapak ke areal tambak kurang lebih 10 Km untuk mudahkan angkut hasil tambak.”terang Pahmi.

Selain itu tambah Pahmi pemerintah desanya mampu menanggung premi asuransi dua ribuan warga desa Bumi Pratama Mandira.

“Tidak hanya perangkat desa, warga juga ditanggung preminya karena mereka inikan pekerja dengan resiko tinggi, jadi kita tanggung premi asuransinya” terang dia.

Sementara Dana Desa dari Pemerintah Pusat maupun Pemda jelas Pahmi fokus untuk membantu masyarakat seperti bantuan sosial. Termasuk honor bagi hansip desa yang membantu pengamanan tambak rakyat.

“Disini ada ratusan hansip yang bantu pengamanan desa. Mereka kerjanya dengan sistem sip”Jelas dia.

Baca Juga :   Peduli Korban Banjir dan Kebakaran, Kejari OKU Selatan Salurkan Bantuan

Sementara itu Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq memuji keberhasilan Desa Bumi Pratama Mandira mensejahterakan warganya.

“Desa ini layak jadi inspirasi serta menambah pengetahuan desa lain di OKI, tidak menutup kemungkinan inilah momentum era kebangkitan desa-desa untuk memakmurkan masyarakat desanya” terang Shodiq.

Dengan kata lain, kata Shodiq kalau para kades di OKI punya keinginan membangun serta memajukan desa, apa yang dilakukan Desa Bumi Pratama Mandira bisa diaplikasikan atau paling tidak sebagai inspirasi.

“Tentu setiap desa punya karakteristiknya tapi kalau sungguh-sungguh InsyaAllah bisa” jelas Shodiq. (Ril/Red)