Cegah DBD Dinkes OKU Selatan Lakukan Fogging dan Tebar Abate

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Dinas Kesehatan melakukan Fogging dan penaburan Abate untuk mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Salah satu tempat yang menjadi sasaran fogging dan penamburan Abate oleh Dinas Kesehatan bersama Puskesmas yakni Polres OKU Selatan, Rabu (17/01/2024).

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan dr Meri Astuti menyampaikan bahwasanya Faktor utama penularan penyakit ini adalah nyamuk spesifik Aedes aegypti yang dapat bertelur di tempat basah mana saja, meski sangat kecil. Mereka dapat ditemukan di tumpukan sampah ataupun genangan air.

Baca Juga :   Peringati HKN Ke-59, Dinkes OKU Selatan Gelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi

Telurnya juga dapat bertahan di tempat yang kering dalam jangka waktu yang panjang, bahkan hingga satu tahun dan menetas saat terendam kembali dalam air. Walau bukan metode pencegahan utama, fogging adalah salah satu cara yang masih dinilai efektif untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa.

Tujuannya adalah untuk membunuh sebagian besar nyamuk yang infektif dengan cepat. Di samping memutus rantai penularan, juga menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD juga menurun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan dr Meri Astuti juga menghimbau agar masyarakat diharapkan saling membantu dalam pencegahan penyebaran Penyakit tersebut dengan cara 3M.

Baca Juga :   Antisipasi Peningkatan Kasus Demam Berdarah, Dinkes OKU Selatan Lakukan Fogging

Adapun 3 M yaitu menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air, seperti bak mandi, ember, dan lain-lain, menutup rapat tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti kendi, vas, toren air, dan lain-lain dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembang biakan nyamuk.

Rangkaian ini kemudian ditambahkan dengan “plus”, yaitu bentuk kegiatan pencegahan lain seperti menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sudah dibagikan oleh para kader Jumantik, menggunakan obat anti nyamuk menggunakan kelambu, memelihara ikan pemangsa jentik, dan lain-lain.

Baca Juga :   Pemkot Bekasi Terima Piagam Penghargaan Predikat Kepatuhan Pelayanan Publik Tahun 2022 dari Ombudsman RI

Fogging dan Penaburan Abate sendiri telah dilakukan di 19 Kecamatan Se Kabupaten OKU Selatan mulai 01 Januari 2024, selain itu dilaksanakan sosialisasi dan himbauan terkait DBD. (Ril/Red)