Senin, Juni 27, 2022
Google search engine
BerandaBeritaBupati Jepara Harapkan BUMDes Kembangkan Produk Kopi Tempur

Bupati Jepara Harapkan BUMDes Kembangkan Produk Kopi Tempur

Jepara Jateng,  wartaterkini.news. – Bupati Jepara Dian Kristiandi mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk mengembangkan kopi tempur sebagai komoditas unggulan. Selain pengembangan perkebunan kopi, juga berbagai macam hasil olahan biji kopi.

Hal ini disampaikan bupati saat mengunjungi salah satu rumah produksi kopi di Desa Tempur, pada Jumat (19/11/2021) sore.

“Potensi petani kopi di Desa Tempur sekitar 500 hingga 700 ton per tahun masih perlu didorong lagi,” kata Andi.

Baca Juga :  Bupati Jepara Dian Kristiandi Berikan Hadiah Laptop Buat Siswa SMA Negeri 1 Nalumsari

Dalam perkembangannya kata Andi, tidak hanya pengolahan biji kering menjadi serbuk kopi yang siap minum, tapi saat ini masyarakat di Desa Tempur, sudah mulai membuat produk turunan yang berasal dari biji kopi.

“Saat ini mereka sudah bisa memproduksi parfum kopi, juga gelang dan kalung yang terbuat dari biji kopi, ini yang harus kita kembangkan.” katanya.

Baca Juga :  PDIP Kabupaten Bekasi Laporkan Hersubeno Arif Ke Polisi

Bupati meminta kepada petinggi Desa tempur, untuk mendorong Bumdes menggalakkan produktivitas kopi Tempur dan inovasi produk. Jika perlu, diperbanyak lagi mesin pengolahan kopi. Sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat yang tidak memiliki alat pengolahan.

“Saat ini mesin pengolahan kopi masih terbatas, kalau perlu dari Bumdes bisa diperbanyak lagi,” ungkap Andi.

Diharapkan Bumdes ini bisa melakukan pembinaan kepada masyarakat, untuk mengoptimalkan potensi kopi di Desa Tempur. Tidak hanya arabika yang diproduksi, tapi juga kopi jenis robusta.

Baca Juga :  Para Lansia Jlegong Siap Divaksin, Pemkab Jepara Sediakan 350 Dosis

“Warga masyarakat sebagian besar juga bertani kopi, ini akan menjadi pilar UMKM,” katanya.

Petinggi Desa Tempur Maryono mengatakan, tahun ini pemerintah desa tengah membentuk kluster kopi. Ada 30 anggota yang sudah bergabung. Pihaknya mengaku masih memerlukan lagi tambahan mesin pengolahan.

“Saat ini baru ada sekitar lima mesin pengolahan kopi milik perorangan, masih perlu ditambah lagi,” harap petinggi. (Eko/Red).

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News