BPDB Pamekasan Laksanakan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana

Pamekasan Jatim, wartaterkini.newsBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mempersiapkan segala perangkat untuk menanggulangi potensi bencana alam. Baik perangkat lunak, maupun perangkat keras.

Terkait hal itu dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (25/10/2022).

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Amin Jabir mengungkapkan, perangkat lunak dimaksud adalah regulasi berkaitan dengan penanggulangan bencana alam, serta perjanjian kerja sama. Sementara perangkat keras meliputi sumber daya manusia (SDM), dan segala peralatannya.

“Pagi ini kita lakukan gelar (apel-red), itu semata-mata untuk memastikan dua hal bahwa kita siap secara personal, dan kita siap secara peralatan,” kata Amin Jabir.

Baca Juga :  MUI Simalungun Berikan Himbauan Jelang Puasa Ramadhan 1441 Hijriah

Dikatakan, pihaknya akan mendirikan sejumlah Posko Bencana di berbagai tempat dengan melibatkan semua unsur, seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, TNI, Polri, dan lain-lain. Sehingga, kemungkinan terjadinya bencana alam dapat diantisipasi dengan baik.

“Perlu diketahui bahwa peralihan musim ini pada tanggal 1 November 2022, artinya saat ini kita masih berada di musim kemarau. Istilah masyarakat itu kemarau basah. Hal ini ditandai oleh dua hal, pertama secara de jure kita belum mendapat rilis peralihan musim, dan secara de facto ada beberapa sumber air di masyarakat itu belum kembali pulih,” terangnya.

Baca Juga :  Pimpin Apel Gelar Pasukan, Gubernur Jateng Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Pihaknya akan segera menerbitkan Surat Siaga Darurat Bencana apabila telah menerima rilis pergantian musim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Termasuk dengan realisasi pendirian Posko Bencana sebagaimana yang terjadi pada musim lalu.

“Perkara bencana atau tidak, kita tidak bisa memprediksi. Yang jelas, secara kajian risiko bencana Pamekasan memiliki delapan potensi risiko bencana,” jelasnya.

Delapan potensi itu meliputi bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, kekeringan, abrasi, gempa bumi, tsunami, dan potensi kebakaran. Delapan potensi tersebut sangat mungkin terjadi di Kabupaten Pamekasan.

“Oleh karena itu, kita membangun kesiapsiagaan. Persoalan kapan terjadinya kita tidak bisa memastikan, tetapi kita membangun kesiapsiagaan dan membangun ketanggapdaruratan dengan menggelar Apel dan membangun Posko-Posko itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Yonarmed 3/105 Tarik Peringati HUT Ke-77 Armed TNI AD

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini memungkasi, setiap menerima informasi risiko bencana nantinya akan disampaikan kepada Posko Kedaruratan untuk diantisipasi secara bersama-sama. Karena penanggulangan bencana ini harus dilakukan oleh semua elemen, termasuk masyarakat yang hidup di wilayah risiko bencana tersebut.

“Adanya program bersih-bersih sungai, itu rangkaian ikhtiar kita untuk mengurangi risiko bencana. Kebetulan dunia dan Indonesia sepakat bahwa Oktober tepatnya tanggal 13 merupakan bulan pengurangan risiko bencana,” pungkasnya. (Mz/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini