Bobol Brankas Minimarket di 13 Lokasi, Komplotan Alas Roban Dibekuk Polda Jateng

oleh

Semarang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Ditreskrimum Polda Jateng membekuk komplotan spesialis pembobol brangkas minimarket. Dalam kasus ini pihaknya mengamankan tiga tersangka yakni HS (27) warga Secang, Magelang, SD alias G (35), warga Ngablak, Magelang dan BS (33) warga Jetis, Banyuputih, Kabupaten Batang. Sementara itu satu orang masih buron berinisial S warga Kabupaten Batang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan bahwa komplotan ini adalah komplotan Alas Roban. Mereka telah beraksi selama sembilan bulan atau dari awal Januari 2021 hingga September 2021. Selama kurun waktu tersebut, mereka berhasil menggasak 13 brangkas dengan lokasi berbeda. Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 612 juta.

Baca Juga :  Partisipasi Warga Tangkap Begal Payudara Diapresiasi Polda Jateng

“Komplotan ini tinggal satu kampung di Batang. Mereka para residivis yang telah beraksi selama sembilan bulan di 13 lokasi berbeda. Satu masih buron, kami masih buru pelaku ini. Sampai lubang semut akan kami cari,” katanya saat konferensi pers di Polda Jateng, Jumat (24/09/2021).

Ia mengungkapkan, kasus itu bermula dari laporan korban di Purwokerto Kidul, Purwokerto, Banyumas, Rabu (18/08/2021). Ketika itu brangkas milik minimarket di wilayah tersebut digondol maling. Tidak hanya brangkas berisi uang, barang milik toko, seperti rokok dan komputer juga digasak pelaku.

Baca Juga :  Zeki Bako, Viral Setelah Mengikuti Kontes KDI Kota Subulussalam Dengan Goyang Hambas Ombak

“Modus mereka sama yakni memotong gembok pintu toko dengan menggunakan gunting besi dan mencongkelnya dengan linggis,” terang Djuhandhani.

Ia menuturkan, para pelaku juga memiliki kriteria sasaran khusus dalam menyasar minimarket. Yakni minimarket jenis reguler yang ketika malam tutup. Mereka beraksi mulai pukul 02.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Mereka juga tak langsung membobol brangkas. Melainkan membawanya pulang dulu ke Batang, selepas itu membongkarnya di rumah satu orang pelaku.

Baca Juga :  155 Anggota Polri Ikuti Pelatihan Polisi Ideal Yang Punya Aspek 3 B

“Motif mereka beraksi lantaran soal ekonomi. Hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” lanjutnya.

Barang bukti yang dikumpulkan kepolisian berupa satu buah linggis, mobil Toyota Avanza hitam pelat B-1130-FIK serta satu buah brangkas.

“Akibat tindakan para pelaku, mereka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandas Kompol Djuhandhani. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email