Kamis, Agustus 18, 2022
Google search engine
Beranda Berita BMKG: Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

BMKG: Masih Ada Potensi Tsunami di Selat Sunda

JAKARTA,Wartaterkini.News– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan masih ada potensi terjadinya kembali tsunami di Selat Sunda.

“Sedikitnya terdapat tiga sumber tsunami di Selat Sunda, yakni Kompleks Gunung Anak Krakatau, Zona Graben, dan Zona Megathrust,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sadly menjelaskan, Kompleks Gunung Anak Krakatau terdiri atas Gunung Anak Krakatau, Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang. Gunung serta ketiga pulau tersebut tersusun dari batuan yang retak-retak secara sistemik akibat aktivitas vulkano-tektonik. Akibatnya, kompleks tersebut rentan mengalami runtuhan lereng batuan atau longsor ke dalam laut dan berpotensi kembali membangkitkan tsunami.

Begitu pula dengan Zona Graben yang berada di sebelah barat-barat daya Kompleks Gunung Anak Krakatau juga merupakan zona batuan rentan runtuhan lereng batuan (longsor) dan berpotensi memicu gelombang tsunami. Sementara itu, Zona Megathrust termasuk pula sebagai wilayah yang berpotensi membangkitkan patahan naik pemicu tsunami.

Baca Juga :  Didamping Ketua MUI dan Kakanwil Kemenag Malut, Bupati Benny Laos Resmikan Masjid Agung Morotai

Atas dasar itulah hingga saat ini BMKG tetap memantau perkembangan kegempaan dan fluktuasi muka air laut di Selat Sunda. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai zona bahaya dengan radius 500 meter dari bibir pantai yang elevasi ketinggiannya kurang dari lima meter.

Sebelumnya, terjadi gempa bumi beruntun yang terekam di Selat Sunda pada 10-11 Januari 2019 namun BMKG memastikan gempa tersebut tidak mengakibatkan kenaikan permukaan air laut yang signifikan sebagai indikasi tsunami di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Gubernur Minta Perbankan Manfaatkan Tiga Event Internasional di Sumsel
Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini