Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaBeritaBeri Kenyamanan Korban KDRT Unit PPA Satreskrim Polres OKI Beri Pelayanan Terbaik

Beri Kenyamanan Korban KDRT Unit PPA Satreskrim Polres OKI Beri Pelayanan Terbaik

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKI terus berupaya meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan.

Hal itu terlihat dari pelayanan anggota Satreskrim, khususnya PPA yang sangat humanis bagi masyarakat yang datang untuk meminta pelayanan hukum, guna kenyamanan dan menghilangkan ketegangan disaat penyidikan berlangsung.

Putri (35), seorang ibu rumah tangga yang datang dengan tujuan melaporkan suaminya yang telah melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap dirinya.

Sesampainya di ruang PPA Polres OKI, ia disambut hangat dan dimintai keterangan oleh petugas PPA Polres OKI dengan baik.

“Sebagai korban, saya merasa terlindungi dan mereka memberikan pertanyaan dengan melihat kondisi psikologis saya. Saat dimintai keterangan oleh petugas Briptu Erlis Wulandari, Katim Aipda Dedi Alpian sesekali bercanda gurau dengan caranya sendiri hingga memberikan keakraban diruang kerjanya”,ucap Putri, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Hadiri Hut OKI Ke-73

Putri menceritakan, saat dimintai keterangan oleh petugas, dirinya benar-benar merasa nyaman. Ia juga mengatakan, petugas juga bertindak cepat sesuai dengan prosedur dan memberikan pilihan solusi guna menyelesaikan konflik rumah tangganya.

“Tidak butuh waktu lama, terlapor langsung diamankan petugas. Petugas PPA Polres OKI juga mengajak diskusi terkait solusi yang akan ditempuh,” ujar Putri.

Selain Putri, seorang ibu yang tidak ingin menyebutkan namanya mengatakan, petugas PPA Polres OKI sangat ramah dan santun.

“Jarang sekali ada polisi yang seramah Pak Dedi dan Timnya. Polisi seperti mereka yang dibutuhkan warga OKI, bahkan seluruh warga Indonesia,” ujar sang ibu.

Tidak jauh berbeda, Ariyani (38) saat ia diminta keterangan terkait kesaksian kasus KDRT mengatakan, ia kagum dengan sosok polisi yang suka humoris.

“Kami jadi lebih nyaman dalam memberikan kesaksian, tidak ada suara maupun nada yang keras. Terlebih lagi biasanya perempuan akan mudah down kalau ditanya dengan suara yang keras,”ucapnya singkat.

Baca Juga :  Antisipasi Kerawan Sosial dan Perburuan Harta Karun oleh Orang Asing

Di sisi lain, meskipun sosok polisi terlihat gagah, namun sosok Katim Unit 4 PPA Polres OKI, Aipda Dedi Alpian terlihat lebih humble dalam melayani masyarakat.

Dari keterangan beberapa warga tersebut bisa disimpulkan, warga OKI membutuhkan sosok polisi yang humble dan humanis tanpa harus mengurangi dan merusak citra kepolisian itu sendiri.

Saat diwawancarai, Katim Unit 4 PPA Polres OKI Aipda Dedi Alvian sendiri terlihat begitu friendly. Tutur bahasa yang ia gunakan terbilang ramah dan santun.

Keramahan yang diperlihatkannya seolah memberikan kenyamanan untuk menjalin komunikasi yang baik.

Hal itu bisa menjadi gambaran apabila seorang korban kejahatan dilayani dengan humanis, tentunya selain membantu menyelesaikan masalah, itu juga dianggap mampu mengobati kejiwaan pelapor yang saat itu psikologis pelapor sedikit mengalami goncangan.

Saat ditanya apakah itu sebuah trik untuk melayani warga tertentu saja. Aipda Dedi Alvian langsung menjawab semuanya berhak dilayani dengan baik, tanpa terkecuali.

Baca Juga :  Hut Ke 73 Bhayangkara di Peringati Degan Berbagai Perlombaan

Ia menjelaskan, ia bersama anggota lainnya telah menjalani pelatihan dan pendidikan khusus terkait penanganan kasus di Unit PPA.

“Yang kita tangani ini kan kasus yang banyak melibatkan perempuan dan anak, tentunya kita harus mengetahui psikologis korban dengan bijak,” tegas polisi yang akrab disapa Bang Ded itu.

Dedi Alvian menjelaskan, pihaknya memiliki cara penanganan khusus guna menangani kasus di Unit PPA Polres OKI.

“Kita harus membuat mereka (korban) nyaman terlebih dahulu, karena kalau mereka nyaman, kita akan lebih mudah meminta keterangan dari mereka,”ucapnya.

“Tentunya yang dibutuhkan adalah penguasaan komunikasi psikologi agar dapat melakukan pendekatan secara persuasif yang lebih baik,” jelasnya.

Dengan tegas ia mengatakan, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan dengan baik apabila tidak ada kerjasama dari korban maupun pelapor.

Dedi Alvian juga selalu mengingatkan anggota lainnya untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik. (Fitri/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News