Jumat, Mei 27, 2022
Google search engine
BerandaBeritaBejat.!! Ayah Gauli Anak Kandung Hingga Hamil

Bejat.!! Ayah Gauli Anak Kandung Hingga Hamil

Sikka NTT, wartaterkini.news–Nasib naas menimpa seorang anak difabel berusia 25 tahun yang digauli ayah kandungnya hingga hamil 8 bulan. Hal ini disampaikan oleh ibu kandung korban Sisilia Serila saat melakukan pengaduan ke Truk F Maumere, Jumat (21/01/2022).

Sisilia Serila, membeberkan peristiwa bejat yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandung yang menderita difabel tersebut dihadapan Truk F Maumere bahwa pada bulan Mei 2021 ibu kandungnya melihat perut anaknya HW membesar. Kecurigaan sebagai seorang ibu pun muncul dan menanyakan kepada korban.

Sanak keluarga menilai kalau korban mengalami sakit perut biasa. Setelah diinterogasi ibu kandungnya, jawaban korban membuat seisi keluarga bagaikan disambar petir disiang bolong. Korban mengaku kalau ia digauli ayah kandungnya sendiri.

Lanjut Sesilia menuturkan, kasus pemerkosaan tersebut berawal ketika Ia dan keluarganya mengetahui kondisi perut korban yang semakin membesar, dan kemudian menanyakan hal itu kepada korban yang adalah anaknya, dan korban mengatakan bahwa Ia sedang dalam posisi hamil dan pelakunya adalah bapak kandungnya sendiri.

“Anak saya dalam posisi cacat dan tidak bisa berjalan. Hanya di rumah saja tinggal dengan omanya yang adalah saya punya mama, sejak Ia kecil di kampung Wolodheghe Desa Gera. Saya tinggal di Basakowe. Waktu anak ini datang ke rumah saya di Basakowe, saya lihat perutnya membesar, lalu saya tanya kau punya perut ini semakin besar kenapa? lalu anak ini jawab dia sedang hamil dan yang buat bapaknya”, Ungkap Ibu Sisilia Serila.

Baca Juga :  Maraknya Kasus Kekerasan Terhadap Anak, Ketua Korda TRC PPA Korda Banyuwangi Angkat Bicara

Pelaku yang merupakan ayah kandung korban ini melakukan aksi bejatnya berkali-kali hingga hamil ketika rumah dalam keadaan sepi dan sering mengancam korban apabila menceritakan hal ini ke neneknya, ibunya ataupun keluarganya.

“Dia mulai perkosa anak itu ketika rumah kosong. Ketika dia datang dia tanya ke anak saya, nenekmu dimana. Kalau anak jawab, nenek ke kebun, dia langsung ancam dan perkosaan anak saya berkali-kali hingga hamil”,Ungkapnya.

Mengetahui informasi tersebut, Ibu Sisilia Serila akhirnya menyampaikan kepada pihak keluarga dan menyepakati untuk melaporkan kasus ini kepada Kepolisian Sektor Paga pada 22 September 2021. Terhadap aduan ini aparat Polsek Paga lalu menjemput pelaku untuk dimintai keterangan.

Ibu Sisilia melanjutkan, pada waktu dijemput oleh aparat Kepolisian, pelaku membawa sebilah parang dan parang tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga :  Bejat Seorang Kakek di OKU Selatan Ruda Paksa Cucu Kandung

Dalam keterangan pertama di kantor Polsek Paga, pelaku tidak mau mengakui perbuatannya dan setelah diinterogasi lebih lanjut akhirnya pelaku mengakui perbuatannya terhadap korban yang adalah anak kandungnya sendiri itu.

Setelah mengakui perbuatanya, Ibu Sisilia mengatakan, pihak keluarga dari kedua belah pihak menyepakati untuk berdamai secara adat dan kasusnya dikembalikan ke desa. Namun, Ia memberontak dan menolak untuk dikembalikan ke Desa dan mengharapkan untuk dilanjutkan ke Polres Sikka.

“Saat mereka mau ke Desa bilang urus damai saya berontak. Saya sangka surat yang saya tandatangan langsung diantar ke Polres”,ungkapnya.

Tidak puas dengan keputusan itu, Ibu Sisilia bersama keluarga pada bulan Desember 2021 lalu mendatangi Truk-F agar bisa membantu dan mendampingi korban untuk melaporkan kasus ini ke Polres Sikka.

Ibu Heni Hungan, Staff Truk-F dihadapan media ini (21/01/2022), membenarkan bahwa kasus ini pernah dilaporkan ke Polsek Paga dan pihak Polsek Paga sudah melakukan fasilitasi dengan pihak korban dan pelaku sebanyak dua kali, dan didalam pertemuan tersebut pelaku mengakui perbuatanya dan dituangkan dalam surat pernyataan diatas meterai.

Baca Juga :  Warga Tanah Goyang Dihebohkan Dengan Penemuan Mayat di Tepi Pantai

“Ya, pelaku sudah akui perbuatannya. Pengkuan itu bukan hanya diungkapkan tapi sudah dalam bentuk pernyataan. Ini dukungan sangat kuat untuk kita bagaimana mendorong kasus ini naik. Keluarga korban tidak mau makanya minta truk F untuk dampingi untuk proses secara hukum”, Ungkapnya.

Kepada aparat penegak hukum, Ibu Heni Hungan meminta agar pelaku diproses hukum dan dikasih hukum sebesar-besarnya karena ini bapak biologis dari korban yang adalah penyandang disabilitas dan anaknya sendiri yang harus dilindungi tapi dirusaki masa depan anak ini.

Heni juga meminta dukungan semua pihak karena dalam kasus ini beluma ada Undang-Undang khusus untuk korban difabel dan kejadian ini sudah lama, korban dengan keterbatasan, pembuktian ini sangat tipis maka diminta dukungan untuk kasus ini.

“Saya minta dukungan semua pihak agar kasus kali ini yang korbanya adalah kaum difabel dan juga anak kandung biologis dari pelaku”,Ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan media ini, keluarga korban bersama pendamping Truk-F, Ibu Helen Hungan langsung bergegas menuju Polres Sikka di ruangan SPKT untuk melaporkan kasus ini. Laporan ini langsung diterima oleh aparat penyidik Polres Sikka. (Frans Dhena/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,053,894
Total Kasus
Updated on 27 May, 2022 11:25 am

Paling Populer

Headline News