Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaJawa TimurBanyuwangiBegini Tanggapan Pengemban Yayasan Semar Indonesia Mesem Terkait Buruknya Proyek Kontruksi di...

Begini Tanggapan Pengemban Yayasan Semar Indonesia Mesem Terkait Buruknya Proyek Kontruksi di Banyuwangi

Banyuwangi Jawa Timur, wartaterkini.news–Pengemban Yayasan Semangat Rakyat Indonesia Menginspirasi Semesta (Semar Indonesia Mesem), Supono atau yang akrab di panggil dengan sebutan cak pono, mengaku miris atas mutu pembangunan lintas sektoral di daerah Banyuwangi saat ini.

Menurut koordinator tim aksi Promeg ’96 itu, kebijakan pembangunan seharusnya selaras dengan cita-cita proklamasi bangsa dengan mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, serta keadilan bagi rakyat.

Baca Juga :  Tingkatkan Taraf Kesejahteraan dan Kesehatan, Polres OKU Selatan Gelar KB Gratis

“Di era saat ini,pembangunan atau kontruksi fisik itu paling mudah di wujudkan dalam konteks bernegara, karena mulai dari anggaran yang notabene hasil dari pada pajak rakyat, sumber daya manusianya yang pasti memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, itupun masih ada lembaga kontrol baik dari pemerintah ataupun non-pemerintah, secara logika mestinya pihak penyelenggara pemerintahan daerah Banyuwangi saat ini lebih mudah untuk mewujudkan pembangunan daerah yang sesuai dengan cita-cita bangsa”,

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Resmikan 15 Pembangunan Infrastruktur di Muratara

“Istilahnya, jangan sampai rakyat ini hanya dijadikan alat untuk mengeluarkan sebuah kebijakan, namun ujung-ujungnya menjadi menderita karena tidak bisa menikmati hasil daripada kebijakan itu sendiri”, wejangnya.

Untuk diketahui,tak sedikit jalur poros ekonomi desa maupun kecamatan di Banyuwangi dinilai perlu segera mendapat perbaikan,khususnya di wilayah Banyuwangi selatan.

Buruknya kualitas kontruksi diduga menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan di Banyuwangi tidak merata.

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Dampingi Wagub Sidak Pembangunan Ruas Jalan Provinsi

“Mestinya kualitas bangunan harus bertahan lama,kalau 1 atau 2 tahun sudah rusak,di anggarkan lagi untuk perbaikan di titik yang sama,lalu yang lain bagaimana ?” tutupnya. (Zal/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News