Begini Tanggapan Didik Darmadi Setelah Beredar Video Viral Partai dan Kaur Akan di Habisi

oleh

 

Banyuwangi, Jawa Timur, wartaterkini news–Viralnya video yang berisikan narasi kepala Desa (Kades) di Banyuwangi terkesan mengancam terhadap partai dan kaur uang bila tidak mendukung masa jabatan menjadi 9 tahun mereka akan menghabisinya menjadi viral di media sosial. Selasa (24/01/2023).

“Masa jabatan kades membuat amunisi kita bertambah semangat partai yang tidak mendukung habisi , Kaur yang tidak mendukung habisi,” kata kepala desa gendoh,

Didalam video selfok berdurasi 0.31 detik Didik bersama kades temuguruh, kades temu asri, kades Sempu, dan kades Jambewangi menyuarakan seruan menyebutkan nama partai jika tidak mendukungnya akan di “HABISI”

Baca Juga :   Pitaran Pelatih Pusdiklatcab Tidar Giri Kota Magelang Sukses Digelar

 

Kepala Desa Gendoh, Didik Darmadi saat di konfirmasi awak media mengatakan, drinya pun mengetahui bahwa video yang di bikin telah beredar dia menyebutkan ada orang-orang yang mengunggah, katanya,

“tujuan video itu dibuat bukan untuk asumsi masyarakat melainkan dibuat dengan spontan yang akhirnya menyebar ke seluruh media sosial,”terang Didik,

Didik juga menyampaikan, kalau video tersdbut sifat hanya spontan saja, dirinya ikut-ikutan agar dikabulkannya masa jabatannya 9 tahun, sama dengan orasi yang di lakukan kades lainnya saat di gedung DPR,” bebernya,

Baca Juga :   Polres Metro Bekasi Gelar Apel Kring Serse

“disinggung ucapannya di video tersebut didik menjelaskan, Di dalam satu pemerintahan kalau kepala desanya Kaurnya tidak mendukung akan di habisinya,”ujar Didik

 

Lanjut Didik, Jika seluruh partai tidak mendukung tuntutannya perpanjangan jabatan 9 tahun seperti orasi aksi demo di gedung DPR dan yang sama dia menyarakan akan di ‘habisi’ itu bakal terjadi, Insya allah seperti itu ngapain tidak mendukung jabatan 9 tahun juga tidak ada untung ruginya bagi didik”,imbuh kades gendoh,

Baca Juga :   Transisi PCPEN, Belanja APBN 2023 Dinormalisasikan

“menurut kades Didik Darmadi narasi yang di dalam video yang beredar itu, bukan sebuah ancaman, sedangkan video itu di bikin setelah orasi di gedung DPR,” pungkas Kades Gendoh yang faktanya dalam video menyerukan bahasa Partai dan Kaur akan di HABISINYA dengan suara Lantang!!