Begini Penjelasan Kapolsek Muncar, Tentang Dugaan Penganiayaan Terkait Penagih Hutang Piutang

BANYUWANGI, wartaterkini news-Seorang perempuan bernama Ilma Tiana (24), warga Dusun Stoplas, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar melapor ke Polsek Muncar.

Dalam laporannya, Ilma Tiana mengaku sebagai korban dugaan penganiayaan oleh seseorang terkait hutang piutang.

Akibat dugaan penganiayaan itu, kepala korban berdarah dan sempat terbaring di rumah sakit. Korban juga dikabarkan mengalami trauma.

“Korban mempunyai masalah hutang piutang dengan pelaku. Entah bagaimana masalahnya, keduanya terlibat cekcok,” terang pria bernama Ompos yang mendampingi korban.

Kapolsek Muncar AKP Imron membenarkan laporan soal dugaan penganiayaan itu. Laporan tersebut telah diusung sekitar empat hari yang lalu.

Baca Juga :  Touna Bangun 68 Tower BTS

“Orang yang punya hutang memang melapor kemari, katanya menjadi korban dugaan penganiayaan,” ujar AKP Imron.

Saat ini laporan tersebut dalam penanganan aparat Polsek Muncar. Ternyata aparat menerima sejumlah informasi korban terlilit hutang ke sejumlah orang.

orang yang memberi pinjaman jumlahnya lebih dari lima orang. Dan uang yang dipinjamkan nilainya.

“Orang – orang yang memberi pinjaman ke korban sempat datang ke Polsek Muncar. Menurut mereka (pemberi pinjaman) korban sering melakukan modus seperti itu,” papar AKP Imron, Rabu 3 Agustus 2022.

Baca Juga :  DWP Kanwil Kemenag Malut dan Stakeholder Peduli Sesama

Modus yang dilakukan korban, lanjut AKP Imron, saat ditagih tiba – tiba memecahkan kaca meja atau melukai kepalanya. Pernah juga mengaku ditusuk pakai kunci kontak.

“Dari informasi pemberi pinjaman, korban melakukan modus seperti itu agar tidak ditagih. apakah modus itu benar nanti akan kita telusuri. Yang jelas laporan korban sedang kita proses,” ungkap Kapolsek Muncar. ***

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini