Bamag Jepara dan Pj Bupati Gelar Audensi

Jepara Jateng, wartaterkini.news–Badan Musyawarah Antar Gereja Kabupaten Jepara (Bamag) melakukan audensi dengan Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta terkait formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Jepara, audensi berlangsung di Ruang Commend Center Kantor Bupati, pada Senin (8/8/2022).

Hadir dalam audiensi tersebut Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, Kepala BKD Ony Sulistijawan, Plt. Disdikpora Ali Hidayat dan Ketua Bamag Jepara Sri Alim.

Baca Juga :  Taruna Akademi Militer Bangun RTLH dan Cor Jalan

Ketua Bamag Kabupaten Jepara Sri Alim mengungkapkan, masih minimnya tenaga guru Agama Kristen yang ada di Jepara. Ada banyak kekosongan guru dibeberapa sekolah dikarenakan guru yang pensiun.

“Ada 14 kekosongan guru Agama Kristen di tingkat SD dan 4 guru di tingkat SMP yang tersebar di Kabupaten Jepara,” kata Sri Alim.

Ia berharap, melalui audensi ini kekurangan guru Agama Kristen dapat dimasukkan ke formasi PPPK guna memenuhi kebutuhan guru Agama Kristen yang ada di Jepara.

Baca Juga :  Haizul Ma'arif Ketua DPRD Terima Kunjungan Pj Bupati Jepara

“Kami berharap formasi PPPK Agama Kristen dibuka agar anak didik kami tidak terabaikan dalam pendidikannya,”tegasnya.

Kepala BKD Ony Sulistijawan menyampaikan, ada 3 pola yang akan dilaksanakan dalam pengangkatan PPPK nantinya. Pertama, menyelesaikan tahap ketiga dan mengangkat langsung. Kedua, observasi dari Kepala Sekolah. Ketiga, seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

“Untuk sementara waktu bisa berkoordinasi dengan guru yang masih aktif mengajar untuk membantu mengisi kekosongan yang ada disekolah tersebut,”kata Ony.

Baca Juga :  OKU Selatan Menuju Kabupaten Layak Anak 

Sementara itu Pj. Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, Guru Kristen di Jepara mengalami kekosongan karena adanya faktor kurangnya komunikasi dari dinas dan stakeholder terkait, sehingga perlu adanya koordinasi dan pemetaan guru agama sekolahan yang memiliki tenaga pendidik untuk mengajar dan mengisi sekolahan yang masih kosong untuk sementara waktu agar dapat saling jalan dengan baik.

“Komunikasikan dengan pihak-pihak terkait supaya masalah ini dapat teratasi dengan cepat,” pungkas Edy. (Eko/Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini