Aturan Bupati Lampura Dianggap Sepele Oleh Kasi Sapras Pendidikan Dasar

Lampung Utara, Wartaterkini.News–Instruksi Bupati H. Agung Ilmu Mangkunegara, S.STP, MH, agar menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan menjalankan program Gerakan Disiplin Nasional (GDN) kepada seluruh pegawai serta ASN di Kabupaten Lampung Utara, ternyata dianggap sepele oleh Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras) Pendidikan Dasar Disidikbut Lampura.

Kelakuan tindak terpuji seolah menentang kebijakan Bupati Agung, dilakukan Oman Komarudin, selaku Kasi Sapras Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampura ini, selalu mangkir alias tidak pernah ngantor.

Diduga kealpaan pria berambut plntos tersebut, berawal dari dirinya diberi tugas tambahan sebagai PPK DAK 2017 dan DAK 2018 lalu. Setiap proyek DAK mulai direalisasikan ia pasti mulai tidak pernah ngantor berbulan-bulan bahkan hingga sampai hari ini.

Baca Juga :  Ini Nama 44 Anggota DPRD Lampung Utara, Yang Baru DiLantik

Hal ini dibenarkan bahkan dikeluhkan oleh Sekretaris Disdikbud Lampura, H. Syaiful Nawas, S.Pd, MM.  “Saya sendiri sudah kesal, Atas perintah Pak Kadis, Oman sudah kita panggil beberapa kali atas ketidakhadirannya selama ini. Saya panggil secara pribadi sudah, bayangkan bahkan saya ke rumahnya di malam hari dan berbagai macam”.  keluh H. Syaiful saat dijumpai oleh media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/1).

H. Syaiful menegaskan, bahwa saat ini Oman masih dalam proses pihaknya, tapi setelah itu selanjutnya akan diserahkan ke pihak Inspektorat.

Baca Juga :  Program Sertifikasi Dai Segera Gulirkan

“Dia harus diproses lebih lanjut, sudah tiga kali ini kita proses dan ini masih dalam proses juga. Nanti kita serahkan ke pihak Inspektorat,” unkapnya.

Sementara, di tempat terpisah, Ketua KP-Tipikor Lampung Utara, Aidi Syafrizal, sangat menyayangkan atas kelakuan Oman Komarudin yang tidak mengerti aturan, selain itu seharusnya selaku Kasi Sapras Pendidikan Dasar hendaknya memberikan contoh yang baik minimal kepada stafnya.

“Sepertinya Oman tidak mengerti aturan sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010. Ketidakhadiran oman saya tahu persis, karena sebagai mitra Dinas Pendidikan hampir setiap hari dari pagi saya ke kantor Disdikbud, tapi Oman selalu tidak pernah ada, masa iya ke lapangan terus, saya ini juga orang lapangan lo jadi tahu,” kata Aidi, Senin (21/1/2019).

Baca Juga :  Desa Gunung Gijul Gelar Festival Durian Lokal

Aidi berharap, agar pihak-pihak terkait dapat memberikan tindakan tegas bagi oknum ASN Disdikbud yang indisipliner.

“Untuk itu saya meminta kepada Pemerintah Pusat dan Pemkab Lampung Utara khususnya pihak inspektorat untuk menindak tegas oknum itu, karena ini sama saja dia (Oman) makan gaji buta”.  paparnya. (Rizal.As/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini