Antara Wisata Super Premium dan Nasib Warga Lokal Di Labuan Bajo

oleh -374 views

Manggarai Barat NTT, wartaterkini.news–Labuan Bajo, kota pelabuhan kecil di Pulau Flores di wilayah Nusa Tenggara Timur bakal dikembangkan menjadi destinasi wisata super premium.

Presiden Joko Widodo mengatakan nantinya segmen wisatawan yang berlibur ke kawasan Labuan Bajo yakni yang memiliki pengeluaran lebih besar. Lalu, apa dampaknya wisata super mewah ini bagi masyarakat lokal di sana?

Labuan Bajo memang dianggap sebagai ‘Bali baru’ lantaran potensi pariwisatanya yang besar. Untuk itulah, seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Senin (20/01/20), Jokowi menjelaskan bahwa wisata super premium Labuan Bajo nanti akan tampil dengan konsep pengembangan yang berbeda dengan kawasan wisata lainnya.

“Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, stay-nya tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya bukan jumlah turisnya, tapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak,” kata Jokowi di Plataran Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/01).

Apa Saja yang Bakal Dikembangkan?
Dalam menyulap Labuan Bajo menjadi destinasi wisata super premium, pemerintah tentu segera menyiapkan sejumlah infrastruktur agar para wisatawan semakin banyak yang berkunjung ke sana.

Salah satunya yakni, memperpanjang landasan pacu serta memperlebar terminal di Bandara Internasional Komodo sehingga lalu lintas di bandara semakin pesat.

Nantinya kalau pembangunan sudah selesai semua, maka Kementerian Pariwisata tinggal memulai promosi Labuan Bajo sebagai kawasan super premium secara besar-besaran. Misalnya, dengan membuat acara internasional untuk menarik turis asing.

“Akhir tahun nanti itu semuanya selesai tinggal masuk ke promosi. Step-step itu kita lakukan, memperbaiki produk secara total, nanti baru masuk ke promosi,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Menurut Jokowi, setidaknya ada lima zona atau kawasan yang perlu ditata dalam rangka pengembangan destinasi super premium Labuan Bajo di awal 2020 ini. Pemerintah pun akan melakukan integrasi, baik yang berkaitan dengan kerapian, kebersihan, dan kenyamanan, keamanan bagi para wisatawan.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Pembangunan Terminal Multifungsi Labuan Bajo

“Ada lima zona yang harus kita tata, yakni yang pertama yang ada di Bukit Pramuka, kemudian kedua yang di Kampung Air, ketiga di pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, dan kemudian yang keempat di kawasan marina, yang kelima di zona Kampung Ujung,” kata Jokowi.

Jokowi menyebut lima zona tersebut nantinya akan menjadi sebuah ruang publik tidak terputus yang menghadirkan sebuah landscaping yang indah dan menjadi generator penggerak pembangunan serta pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.

Untuk mendukung kemajuan destinasi wisata super premium Labuan Bajo, Jokowi ingin masyarakat lokal menikmati dan menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan.

SDM masyarakat lokal sesegera mungkin akan ditingkatkan keahliannya, kompetensinya, baik dari sisi keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di industri pariwisata yang ingin dikerjakan.

Soal usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah yang ada di NTT, Jokowi juga meminta jangan sampai ditinggal. Mantan Wali Kota Solo itu berharap nanti juga ada sebuah creative hub yang akan menggarap produk-produk lokal, baik dari sisi packaging/kemasan, sisi desain, sisi harga, dan yang lain-lainnya.

“Kita harapkan nantinya tenun, kopi, kerajinan, makanan khas betul-betul bisa tumbuh. Dan seiring dengan itu juga atraksi budaya lokal, kesenian daerah juga harus semakin hidup dan menghidupkan area yang ada di Labuan Bajo”,ujarnya.

Meski nantinya dikembangkan jadi kawasan wisata super premium, Jokowi memastikan tak akan menghilangkan kelestarian alam yang dimiliki Labuan Bajo. Bahkan, Jokowi telah meminta Menteri LHK Siti Nurbaya untuk membuat kebun bibit atau nursery yang bisa memproduksi lima juta hingga tujuh juta bibit pohon.

Ada pula rencana menaman sejumlah tanaman bunga agar kawasan Labuan Bajo semakin indah dan menarik para turis. “Termasuk landcaping, tadi landscape di pulau maupun landscape yang ada di darat. Di sini semuanya tadi akan ditanami flamboyan, tabebuya, bougenvile”,ucapnya.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Labuan Bajo Sambut Agenda G-20 dan ASEAN Summit

Selain itu, Jokowi juga ingin memastikan ketersediaan air bersih di kawasan wisata Labuan Bajo. Ia mengaku mendapat keluhan dari pemilik hotel terkait sulitnya ketersedian air baku. Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah menyiapkan tambahan air bersih 100 mili liter per detik.

Berapa Sih Ongkos Liburan ke Labuan Bajo?

Rencana pemerintah meningkatkan kualitas destinasi wisata Labuan Bajo memang sudah sejak lama dicanangkan. Bahkan, pada Oktober 2019 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ingin membuat Pulau Komodo sebagai objek wisata eksklusif skala internasional dengan biaya tiket masuk senilai US$ 1.000 atau sekitar Rp14 juta (jika kurs Rp 14.000/US$).

Biaya ini dinaikkan untuk biaya pemeliharaan dan penataan Pulau Komodo. Namun, itu masih sebatas usulan dan dikaji lagi dan belum berlaku.

“Ini kita atur agar komodo sebagai hewan langka yang masuk World Heritage (keajaiban dunia) terlindungi,” kata Luhut di Sekolah Tinggi Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, (02/10/19) lalu.

Luhut waktu itu menyebut pemerintah akan menyerahkan pengelolaan Taman Nasional Komodo ke organisasi-organisasi filantropis. Selanjutnya, pemerintah akan mulai membuka tender agar pengelolaan lokasi wisata yang masuk golongan destinasi super prioritas itu profesional.

“Semua yg peduli lingkungan kita akan kita tawari (untuk mengelola),” ucapnya.

Adapun organisasi filantropis itu nantinya menjadi pihak yang bakal menjual tiket kepada wisatawan. Perihal pengaturan tiket ini, Luhut mengatakan pemerintah akan menerapkan sistem kartu anggota tahunan yang bersifat premium.

Nantinya para pemegang kartu anggota premium tersebut akan memiliki kesempatan mengunjungi langsung Pulau Komodo.

Lalu, hasil dari penjualan itu seluruhnya akan dipakai untuk pemeliharaan habitat komodo. Luhut mencontohkan, jika pemerintah menyediakan 50 ribu lembar tiket, hasil penjualan sebesar US$50 juta atau Rp700 miliar akan digelontorkan seluruhnya untuk Pulau Komodo.

Baca Juga :  Robi Dos, Pencetus Awal Pembentukan forum FPBI Mbeliling

Saat ini biaya untuk masuk Pulau Komodo sendiri cukup terjangkau. Biaya tiket masuk dibedakan antara wisatawan domestik atau dalam negeri yang hanya dikenakan biaya Rp75 ribu per hari, lalu wisman dengan biaya Rp250 ribu per hari. Itu setelah direkap terdiri dari tiket ranger (pemandu).

Berdasarkan pantauan Media Kupang di sejumlah aplikasi pemesan tiket pada Selasa (21/01), harga tiket satu orang dengan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Labuan Bajo, itu berkisar antara Rp1,4 juta hingga Rp1,9 juta, ini dengan pilihan maskapai yang beragam.

Penerbangan dari Jakarta setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua jam 30 menit. Kalian sebenarnya bisa juga menikmati penerbangan langsung jika melakukan perjalanan dari Bali dalam waktu sekitar satu jam 40 menit.

Biaya tiket pesawat yang terpantau saat ini berkisar antara Rp675.000 hingga Rp775.000 atau tiket pesawat yang transit dengan kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,9 juta dengan berbagai pilihan jam keberangkatan serta maskapai.

Sementara itu, kalau ingin berangkat melalui penerbangan dari Yogyakarta atau dari Surabaya menuju ke Labuan Bajo, kalian juga harus rela transit. Biaya tiket pesawat yang dibutuhkan berkisar antara Rp1,1 juta hingga 1,9 juta.

Itu baru tiket pesawat pergi saja, bagaimana dengan tiket pulang? Kalau dilihat ternyata harganya nggak berkisar jauh dari tiket penerbangan pergi.

Lalu, setelah urusan akomodasi keberangkatan selesai, yang perlu disiapkan selanjutnya adalah biaya selama berada di Labuan Bajo, mulai dari makan, belanja oleh-oleh, biaya bepergian hingga menginap.

Kalau melakukan travelling tanpa menggunakan travel agent, perencanaan kunjungan destinasi wisata harus diatur dengan cermat. Setidaknya ada dua kategori pasar saat berkunjung ke Labuan Bajo yakni harga backpackeran dan harga liburan mewah. (Paulus Tengko/Red)

Print Friendly, PDF & Email