Angkasa Divonis 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan, Keluarga Ngamuk Tak Terima Putusan Hakim

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Sidang Putusan kasus pembunuhan, Saidina Ali (AMH), warga Desa Padang Bulan, Kecamatan Jejawi, OKI oleh Hendra (27) dan Angkasa Alias Ujang Kocot (58) di PN Kayuagung, berujung ricuh, lantaran pihak keluarga tidak menerima hasil keputusan hakim memvonis 15 tahun keluarganya.

SINA (42) mengungkapkan rasa kekecewaan diruang persidangan setelah hakim memutuskan Angkasa divonis 15 tahun penjara.

Saat diwawancari media ia mengatakan apa kabar hukum di negeriku, saat benika tunggal ika, kini sebatas benika tinggal duka. Pancasila pun menjadi panca luka. Bagaimana tidak orang yang berduit melanggar aturan cukup minta maaf, semua terselesaikan, sedangkan seorang lansia, ayah kami yang tidak melakukan kesalahan dijerat pidana divonis 15 tahun penjara sedangkan ia tidak bersalah.

Baca Juga :   Dinilai Mumpuni, Paguyuban Motor Magelang Dukung Ahmad Luthfi Jadi Gubernur Jateng

“Oknum aparat melakukan kekerasan pada mahasiswa diamankan, sementara mahasiswa yang menjadi korban mati sekalipun tidak ada usut berkelanjutan, Lalu dengan tujuan apa pasal pasal disusun di gedung mewah tapi keadilan tetap lemah, sidang paripurna menghabiskan banyak dana tapi kesenjangan tetap dimana mana.

“Apakah hanya di Indonesia penjara bisa dipesan bak hotel bintang lima bahkan para pelaku kejahatan pun seperti dewa jika memang ia bergelimang harta, ternyata aset negara bukanlah mereka memiliki potensi melaikan mereka yang memiliki posisi, dimana keadilan dinegeri ini pengadilan macam apa ini. orang tua kami tudak besalah bisa dihukum cetusnya kesal.

Sementara kuasa Hukum Angkasa Alias Ujang Kocot Rusdianto SH juga melemparkan rasa kekecewaan nya terhadap keputusan Hakim,
Selama pembacaan putusan tadi, keputusan itu banyak menyampingkan dari fakta persidangan, sehingga saksi-saksi yang memberikan keterangan tadi disampaikan majelis hakim semuanya itu. sehingga keputusan ini dia berpatokan pada BAP nya terdakwa saudara hendra, jadi sehingga dari keterangan BAP BAP yang dari klien kami Angkasa tidak ada ikut melakukan pembunuhan itu sehingga dari keterangan-keterangan saksi itulah yang ini dikesampingkan oleh majelis hakim sehingga kita dengan hasil putusan ini kita melakukan upaya banding untuk untuk langkah selanjutnya kita akan mengadakan banding ungkapnya.

Baca Juga :   Polres OKU Selatan Kawal Pelepasan Jamaah Haji

Sementara Pirida Leni (30) anak korban saat diwawancari menjelaskan angkasa alias ujang kocot tidak melakukan sama sekali atas pembunuhan ayah saya, saya dari anak korban tidak ada pihak keluarga kami tidak menuntut kepada angkasa bahkan kami ingin membebaskan Angkasa.

Tapi tidak diterima kesaksian kami tidak diterima, keluarga kita tidak sama sekali menuntut bapak angkasa bahkan kami menuntut untuk dibebaskan karena Angkasa tidak bersalah jadi harapan kita sebagai anak korban harapan kami bapak Angkasa di bebaskan dari semua tuntutan dan pelaku yang sebenarnya itu di tangkap harapnya. (Fitri/Red)