Anak Panti Menolak Pandim sebagai Ayah Asuh

oleh

Pagaralam,wartaterkini.news~Kisruh kepengurusan Panti Asuhan Rahmi Muhammadiyah Pagaralam terus bergolak. Mulai dari unsur pimpinan, pelanggaran aturan, harta kekayaan, hingga berujung dengan pemecatan M.Fadli Rais sebagai ketua panti. Dengan telah dipecatnya Fadli maka kepengurusan Panti diserahkan kepada Tedi sebagai Plt.

Pemecatan ini ternyata menimbulkan reaksi dari anak – anak panti. 17 anak panti yang selama ini bernaung di bawah kepemimpinan Fadli memilih keluar dari panti asuhan. Mereka menolak dan lebih memilih keluar dari panti dan menumpang di kediaman Fadli yang dibuktikan dengan surat pernyataan diatas materai.

“Kami tidak mau dan tak akan kembali ke panti asuhan kalau Pandim yang pimpin “, ungkap anak panti ketika dibincangi di kediaman pengurus yang lama, Fadli.

Baca Juga :  Tiga Pasien PDP OKU Selatan Negatif Corona, 100 ODP Selesai Jalani Isolasi

Mereka mengatakan bahwa selama ini di bawah kepengurusan fadli mereka mendapatkan perhatian yang baik dan cukup. Jadi mereka tidak ingin kepengurusan diganti orang lain.

“Keengganan kami bukan tanpa alasan,selama ini kami di panti mendapatkan perhatian yang baik dan cukup. Pokoknya kami tidak mau Pandim yang menjadi pengasuh kami”, keluh mereka.

Sementara M.Fadli Rais kepada wartawan ,Rabu (24/20) menjelaskan pemecatan dirinya sebagai ketua panti lantaran dirinya mencalonkan diri sebagai Caleg .

“Kalau alasan pencalonan saya, sejatinya DPW dan DPP Muhammadiyah juga harus memperhatikan keterlibatan Dimyati saat Pilkada Pagaralam belum lama ini. Di mana yang bersangkutan menjadi tim sukses salah satu paslon dan ikut berkampanye. Apakah ini tidak melanggar aturan berorganisasi? Dan apakah itu berlaku hanya untuk saya?” ungkap Fadli.

Baca Juga :  Konferensi Pers Kejari Jepara Pengembalian Uang Negara Rp1 Miliar dari Mitra LPDB-KUMKM

Fadli merasa diperlakukan tidak adil dengan pemecatannya dari kepengurusan panti. Menurutnya, aturan yang digunakan sebagai dasar untuk memecatnya dinilai tidak berlaku untuk pengurus yang lain

“Bila memang demikian aturan nya saya akan terima, tetapi setidaknya berikan rasa keadilan! Kalau saya melanggar, apakah pengurus PDM Pagaralam tidak melanggar juga?”, tanyanya.

Dimyati alias Pandim ketika dikonfirmasi, Kamis (25/10) menjelaskan bahwa mengenai soal internal panti tidak ada pemecatan yang ada pemberhentian.

“Alasannya yang bersangkutan mencalonkan diri Pilleg 2018 dan sudah masuk DCT. Dalam kepengurusan Muhammadiyah tidak boleh rangkap jabatan”, katanya.

Baca Juga :  Banyak Strategi HD Tumbuhkan Entrepreneurship Siswa SD

Disinggung mengenai 17 anak panti yang ngotot untuk tetap ikut ketua yang lama, Dimyati mengatakan kalau dia kurang faham dengan hal itu.

“Saya kurang faham,mungkin diajak atau pilihan mereka (anak panti) sendiri. Kalau kami ya tetap merasa bertanggung jawab terhadap anak panti”, ujarnya.

Di akhir pembicaraan, Pandim meminta persoalan ini tidak usah dikaitkan dengan persoalan lain. Ia khawatir ada pihak – pihak tertentu yang memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi.

“Persolaan ini selayaknya tidak usah sampai keluar. Takutnya ada yang menunggangi jadi tak usahlah dibesar besarkan, karena hanya akan membuka aib sendiri. Kecuali ada yang korupsi, maling uang negara itu baru berita”, pungkasnya (Repi Black/Red)

Print Friendly, PDF & Email