banner 728x250

Aksi Kemanusiaan, PJ Bupati: Masyarakat Morotai Berdiri Bersama Rakyat Palestina

Morotai Malut, wartaterkini.news – Pejabat Bupati Morotai, Muhammad Umar Ali mengikuti aksi kemanusiaan yang diselenggarakan Solidaritas Kemanusiaan Morotai untuk Palestina bertempat di kawasan Morotai Study Sport Center. Jumat (08/12/2023).

Pada aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk Palestina itu, nampak selain Bang Onim, Pj Bupati Morotai menjadi salah satu orator yang dengan lantang mengecam kejahatan tentara zionis Israel dan mengatakan Masyarakat Morotai berdiri bersama rakyat Palestina.

Menurutnya, Konstitusi Indonesia sangat keras menolak penjajahan suatu bangsa terhadap bangsa lain, penjahan suatu negara terhadap negara lain.

“Bahwa penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.” Begitu bunyi UUD 1945 tandas Pj Bupati

Penjajahan yang dialami bangsa Palestina merupakan krisis kemanusiaan terparah abad ini, di mana anak-anak dan perempuan serta warga sipil menjadi korban karena serangan tentara israel yang membabi buta.

Baca Juga :   Lepas Personel PAM TPS, Kapolda Sumsel: Tanggungjawab Besar, Lakukan Penuh Dedikasi dan Profesional

Hati nurani siapa yang bisa menerima kenyataan pahit seperti itu? Pembunuhan massal atau genosida di Gaza bukan persoalan bangsa Palestina semata. Akan tetapi persoalan kemanusiaan, persoalan Internasional yang melampaui batas-batas Negara yang berperikemanusiaan dan perikeadilan.

“Tidak perlu menjadi seorang berkebangsaan Palestina untuk peduli Palestina. Tidak harus menjadi seorang Muslim untuk mengirimkan doa kepada saudara sesama insan di Palestina. Mirisnya, masih ada yang bilang, mengapa kita tidak menyelesaikan persoalan di dalam negeri lebih dulu, sebelum beranjak ke hal ihwal di luar negeri, ini pemikiran yang keliru,” tuturnya

Ia juga mengajak untuk melihat persoalan di Palestina dengan kaca mata kemanusiaan. Kacamata internasionalisme, sebuah titik tertinggi yang melampaui nasionalisme. Kita menolak imperialisme atau penjajahan yang mengatasnamakan ambisi ekonomi-politik ultra nasionalisme bangsa Israel.

Untuk itu, kata Amat sapaanya, kita tidak boleh mengembangbiakkan nasionalisme semu, untuk mengatakan persoalan di dalam negeri lebih penting dari pada persoalan genosida di luar negeri.

Baca Juga :   Bau Korupsi, Nakes Puskesmas Daruba Morotai Ungkap Dana BOK 2023

Perlu diketahui, hingga detik ini, Indonesia tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Negara kita melarang segala bentuk eksistensi Israel di Indonesia. Harus kita pahami bersama, bahwa Indonesia tidak punya relasi resmi yang terlembagakan oleh negara.

Peraturan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia nomor 3 tahun 2019 tentang hubungan luar negeri oleh Pemda di antaranya menjelaskan bahwa tidak ada hubungan secara resmi antara Pemerintah Indonesia dalam setiap tingkatan dengan Israel, termasuk dalam surat-menyurat dengan menggunakan kop resmi.

“Selanjutnya, tidak menerima delegasi Israel secara resmi dan di tempat resmi, selain itu, juga tidak diizinkan pengibaran/ penggunaan bendera, lambang, dan atribut lainnya serta pengumandangan lagu kebangsaan Israel di wilayah Republik Indonesia. Indonesia juga tidak menormalisasi hubungan dengan Israel juga tidak mengakui negara zionis Israel. pijakan rakyat Indonesia sangat jelas,” tegas Amat di hadapan ribuan rakyat Morotai

“Sekali lagi saya tegaskan, posisi negara Republik Indonesia secara konstitusional menolak pengakuan negara Israel. Maka jika ada masyarakat Indonesia yang bergerak di luar ketentuan konstitusi, maka mereka dapat dianggap telah melakukan perlawanan terhadap negara,” sambungnya

Baca Juga :   APDESI Morotai Bakal Boikot Aktivitas di Desa Dengan Cara Mogok Kerja, Ada Apa.?

Diakhir orasinya dengan lantang pihaknya mengatakan Rakyat Morotai sebagai bagian dari Republik Indonesia, dengan tegas mengecam kejahatan tentara zionis Israel. Oleh karenanya, masyarakat Morotai, kita berdiri bersama rakyat Palestina. Mari bersama kita ulurkan tangan, membantu sesama manusia untuk mewujudkan perdamaian dunia. (Endi/Red)