banner 728x250

8 Bulan Belum Ada Tindak Lanjut, Korban Pelecehan Oknum Kepala Desa Lapor Ke PWI Sumsel

Palembang Sumsel, wartaterkini.news–RD korban perkosaan yang di lakukan oleh oknum Kepala Desa Rambai MS Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan mendatangi kantor Sekretariat PWI Sumsel yang beralamat di Jalan Supeno Palembang Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 15 Mei 2024 pada hari Rabu guna memohon kepada Ketua PWI Sumsel untuk membantu RD mendapatkan keadilan.

RD menceritakan semua kronologi kejadian yang terjadi pada hari RD kehilangan kesuciannya yang membuat Ketua PWI Sumsel Kurnaidi ST bersimpati kepada RD, di karenakan lambannya penanganan kasus RD yang sekarang sudah berjalan 9 bulan.

Ketua PWI Sumsel Kurnaidi ST mengatakan, mengingat ini masalah sosial maka harus di bantu dan akan serahkan kepada LBH PWI Sumsel untuk di tindak lanjuti.

“Ini memalukan seorang Pejabat Desa Rambai MS, telah berlaku tidak senonoh kepada pegawainya bagaimana akan menjadi contoh bagi para generasi yang akan datang kalau sudah ada contoh yang tidak baik,” jelasnya

Sementara itu, LBH PWI Sumsel Dicky Irawan mengatakan, perbuatan itu merupakan tindak pidana dugaan Perkosaan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285 KUHP.

Baca Juga :   Ada Dugaan Kecurangan Seleksi PPS Desa Rawang Besar, Peserta Tidak Hadir Tes Diluluskan

Lebih Lanjut Diki mengatakan, pihaknya selaku LBH PWI Sumsel telah mendatangi Polres Tabes Palembang guna mempertanyakan perkara tersebut.

“Kami telah mendatangi Polres Tabes Palembang dan kami di terima oleh Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah, menurut Kasat Reskrim menunggu rekomendasi dari Wasidik Polda Sumsel terkait kasus tersebut,” terangnya

Dikatakannya juga, bagi seorang perempuan yang harkat martabatnya telah di rendahkan oleh oknum Kepala Desa Rambai MS sepertinya hukum tumpul ke atas tajam ke bawah.

Baca Juga :   Pemprov Sumsel Sesalkan Turunnya Index Kemerdekaan Pers di 17 Kabupaten Kota Se-Sumsel

“Di sinilah kita sama-sama untuk melihat bagaimana proses kasus RD ini telah berjalan sekian bulan belum ada proses yang maksimal,” tandasnya (Ril/Red)