694 Warga Karimunjawa Terima Sambungan Listrik Gratis Dari Bupati Jepara

Jepara, Jateng, wartaterkini.news – Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan sambungan listrik gratis untuk warga di Kepulauan Karimunjawa. Melalui bantuan subsidi yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini, agar masyarakat di kepulauan terluar dapat mengakses listrik secara maksimal.

Sub Koordinator Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Heru Sutamaji Kamis (17/3/2022) mengatakan, total ada 694 Kepala Keluarga (KK) di Kepulauan Karimunjawa yang akan mendapatkan subsidi listrik.

Baca Juga :  Kapolda Jateng Gelar Rapat Penanganan Dan Publikasi Covid-19

Dari jumlah 694 KK, sebanyak 669 KK warga berada di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk. Sedangkan sisanya 25 KK warga di Desa Kemujan dan Karimunjawa.

“Pemerintah akan memberikan subsidi listrik kepada warga di Kepulauan Karimunjawa agar bisa menikmati listrik seperti warga di daratan,” kata dia.

Untuk subsidi yang diberikan, masing-masing KK akan mendapat bantuan Rp270.500,- rupiah dengan daya 450 VA. Alokasi tersebut digunakan untuk penyambungan listrik, biaya token, dan SLO 450 VA.

Baca Juga :  PPKM Mikro, Pemkab OKI Salurkan Beras Untuk 35.877 KPM

“Sedangkan total keseluruhan anggaran untuk biaya penyambungan listrik di Karimunjawa sebesar Rp187,7 juta rupiah,” kata dia.

Dengan adanya subsidi listrik ini, dari warga yang semula memanfaatkan sambungan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan dialihkan kepada PLN melalui PT. PLN (Persero) IUD Jateng dan DIY.

Koordinator PLTDS Parang, Nyamuk, dan Genting Aminun Hakim mengatakan, dengan adanya sambungan listrik PLN pengganti PLTDS ini, berharap kebutuhan listrik masyarakat di kepulauan akan lebih maksimal.

Baca Juga :  Hujan Berlumpur, Panas Berdebu Inilah Kondisi Jalan di Kecamatan Pemulutan Selatan

Dengan memanfaatkan PLTDS selama ini, masyarakat mendapatkan jatah 1500 WA dalam waktu 24 jam. Menurutnya itu sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.

“Jika melebihi penggunaan tersebut listrik akan mati. Bahkan setiap jam 15.00 WIB terjadi restart untuk mengisi daya,” katanya.

(Sumber: Diskominfo Jepara/Eko/Red.).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini