3 Bulan Gaji PTT di Taliabu Belum Dibayar

Taliabu Maluku Utara, wartaterkini.news–Terhitung sejak januari 2021 hingga 24 Maret 2021 ini, Gaji Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Pulau Taliabu belum di bayar.

Para PTT ini merupakan pegawai yang tetap aktif berkantor sejak bulan januari hingga sekarang. Hal ini lantaran tugas dan kantor tempat dimana mereka bekerja berkaitan dengan pelayanan Publik.

Sebelumnya, Dr. Salim Ganiru selaku Kepala Badan kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Aparatur (BKPSDMA) Kabupaten Pulau Taliabu, menyampaikan PTT yang masih aktif dan berkantor ini berjumlah 268 dari seluruh OPD yang ada, mengingat tempat mereka bekerja berhubungan dengan pelayanan publik.

Baca Juga :  Koramil 04/Gunung Megang Himbau Warga Agar Tetap Tenang dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan COVID-19

“Ada 7 OPD yang tetap aktif karena berhubungan dengan pelayanan publik, misalkan, Satpol PP, Damkar, Dinas Capil, Dinas kesehatan, Bagian Umum, Dinas Keuangan, BKPSDMA dan Rumah Sakit. PTT yang aktif ini berjumlah 268 orang”,ungkapnya beberapa hari kemarin

Kendati demikian, rupanya hingga mau masuk di triwulan pertama tahun 2021 hak (Gaji) mereka belum juga di bayarkan.

Salah seorang PTT yang bekerja di salah satu dinas di Taliabu, yang enggan menyebutkan namanya, kepada media ini, Rabu (24/3/2021) berharap agar hak-nya dapat segera di bayar

Baca Juga :  Polres Pagar Alam Latihan Menembak Bersama Forkompimda

“Kami telah melaksanakan kewajiban kami dan tetap bertugas sejak bulan januari tahun 2021 sampai dengan sekarang, namun hak kami belum juga di bayar untuk itu saya berharap agar pemkab pulau Taliabu memperhatikan dan membayar gaji kami. “Harapnya.

Ia menjelaskan bahwa kalaupun kami di rumahkan seperti teman-teman di instansi lain dan sementara lagi menanti tahapan seleksi untuk di aktifkan kembali oleh pemda setempat, mungkin saja kami tidak akan sampai menuntut hak kami seperti ini.

Baca Juga :  Forkopimda Jatim Gelar Doa Bersama HUT ke-77 Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi Surabaya

“tapi ini kan kami tetap akif berkantor dan bekerja, jadi wajarlah kalau kami menuntut hak kami”,tutupnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini