Zona Kuning Boleh Buka Sekolah, Pemda OKU Selatan Pertimbangkan KBM Tatap Muka

oleh -1.213 views

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Dampak dari pandemi Covid-19, aktifitas belajar mengajar di Indonesia dengan sistem tatap muka telah dihentikan sejak pertengahan Maret 2020.

Namun beberapa waktu yang lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengizinkan sekolah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi daerah zona kuning maupun zona hijau Covid-19.

Kendati demikian, Nadiem menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan bersifat mutlak. Artinya, ketika pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat belum siap maka pembukaan sekolah di zona kuning tak harus dilakukan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid 19, Polisi Gencarkan Woro - Woro Di Pasar Pamor

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Pendidikan kabupaten OKU Selatan Zulfakar Dhani., S.sos.,saat di sambangi awak media seusai mengikuti video confrence di Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten OKU Selatan, mengatakan saat ini kabupaten OKU Selatan masih menyandang status zona kuning dan belum bisa melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Dikatakannya, kalau sesuai dengan keputusan Menteri, sekolah mulai aktif 13 Juli 2020, dan semua mengikuti keputusan itu. Namun, saat ini pihaknya menunggu intruksi dari Bupati OKU Selatan, mengingat OKU Selatan merupakan zona kuning Covid-19.

“Kalau sudah ada intruksi dari Bupati, maka sekolah tatap muka akan segera kita laksanakan. Terlebih lagi, pihak sekolah harus menerapkan standar kesehatan Covid-19 di lembaganya masing-masing”. sebutnya. Rabu (02-09-2020).

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Hadiri Rakornas Antar Pemerintah Pusat dan Forkopimda Se-Indonesia

Lebih lanjut Zulfakar mengatakan ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi sekolah jika berniat menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi virus corona di zona kuning maupun zona hijau Covid-19.

Dalam hal ini tambah Zulfakar, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijaksanaan pembelajaran.

Baca Juga :  Rasa Terima Kasih Bupati Morotai Berikan Uang Saku Bagi Peserta Bambu Hitada

Para siswa dan guru harus dipastikan dalam keadaan sehat dan juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti wajib menggunakan thermal gun, masker dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Sekolah tak dapat melaksanakan belajar tatap muka tanpa persetujuan antara pemerintah daerah atau dinas pendidikan, kepala sekolah, serta orang tua/wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah.

“Jika orang tua atau wali siswa tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa untuk belajar tatap muka,” Ungkapnya (Red)

Print Friendly, PDF & Email