YSTC Sumba Barat Gelar Lokakarya System Pencatatan Dan Penangan Terpadu Balita Sakit 

oleh -716 views

Sumba Barat Waikabubak NTT, Wartaterkini.News–Yayasan Sayang Tunas Cilik Kabupaten Sumba Barat menggelar Lokakarya System Pencatatan dan Penangan Terpadu Balita Sakit bersama Kepala Puskesmas, Para Bidan dan kader MTBS se – Kabupaten Sumba Barat pada Rabu,(20/03/2019). Di Aula GKS Waikabubak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat, Marthen K.Naha saat membuka kegiatan Lokakarya System Pencatatan dan Penangan Terpadu Balita Sakit, Mengucapkan rasa terima kasih kepada Yayasan Sayang Tunas Cilik yang telah memberikan pendampingan kepada para bidan, Perawat dan para kader MTBS.

Kepala Bidang P2P Agustinus Rabila,A.Md Kep mengatakan bahwa, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dalam bahasa Inggris yaakni Integrated Management of ChildhoodIllness (IMCI) merupakan suatu manajemen, Melalui pendekatan terintegrasi / terpadu dalam tatalaksana Balita sakit yang datang di pelayanan kesehatan, Baik mengenai beberapa klasifikasi penyakit, Status gizi, Status imunisasi maupun penanganan Balita sakit tersebut dan konseling yang diberikan.

Baca Juga :  Jaksa Agung Siapkan Jaksa Terbaik Ikuti Seleksi Capim KPK

Cakupan Bayi dan Balita (0-5 tahun) yang mendapatkan pelayanan MTBS masih ada yang belum mencapai target, Dimana semua Balita sakit mendapat pelayanan MTBS. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Bidan Koordinator KIA, Petugas Pelaksana MTBS, Di lakukan pada ibu yang membawa Balita yang sakit untuk berobat di Puskesmas. Variabel dalam penelitian ini adalah input, Proses dan output.

Baca Juga :  Tim Statistik Kota Bengkulu Silaturrahim ke Diskominfo Lubuklinggau

“Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sistem pelaksanaan MTBS yang dilakukan MTBS. Dimana faktor Input dalam sistem pelaksanaan MTBS termasuk sumber daya manusia, Menganggap walaupun SDM kurang karena belum semua petugas mendapatkan pelatihan MTBS, Akan Tetapi dalam melaksanakan MTBS tetap berjalan dengan baik walaupun dengan waktu yang terbatas, tidak ada dana khusus dalam pelaksanaan MTBS”. Paparnya

Baca Juga :  Herman Deru Hadiri Pelantikan IKABES Sriwijaya Kaltim

Di tambahkannya lagi Terkait sarana dan prasarana dalam pelaksanaan MTBS di siapkan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kecamatan, Serta metode dalam melaksanakan MTBS mengikuti SOP walaupun tidak semua petugas menggunakannya dalam melaksanakan program MTBS yang ada di puskesmas. Faktor proses dalam sistem pelaksanaan MTBS mempunyai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan evaluasi serta pengawasan.

“Faktor Output terdiri dari kepuasan orang tua dalam menerima pelayanan MTBS yang diberikan oleh puskesmas dan cakupan yang didapat puskesmas dalam memberikan pelayanan MTBS”. Pungkasnya. (Yunita/Red)

Print Friendly, PDF & Email