Warga Pangkep Keluhkan Kelangkaan Tabung Gas Elpiji

oleh -281 views

PANGKEP Sulawesi Selatan, wartaterkini.news–Kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Pangkep kembali terjadi. Sejumlah warga terlihat kebingungan mencari toko yang masih memiliki stok tabung melon tersebut. Akibatnya harga eceran naik dari HET.

Salah seorang warga, Herman mengaku di kampungnya di daerah Tonasa Satu, Kecamatan Balocci hampir seluruh toko sudah tak menjual lagi karena tidak ada stok. Ia pun terpaksa membeli tabung gas elpiji 3 kg seharga Rp25 ribu.
“Saya beli Rp25 ribu. Terpaksa begitu karena sudah keliling tapi tidak dapat,” kata Herman, Jumat (09-08-2019).

Baca Juga :  Produksi Pempek Palembang Capai 7 ton per hari

Sementara itu, warga lain terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak dengan membeli tabung 12 kg. Hal terlihat di salah satu pangkalan tabung elpiji di Pangkajene.

Pemilik pangkalan, Zulkifli mengatakan, pasokan dari Pertamina normal, sebanyak 150 tabung perhari dengan harga jual Rp15.500 sesuai dengan HET. Ia menuturkan, dalam sepekan terakhir, banyak warga dari kecamatan lain yang datang mencari tabung elpiji 3 kilo di pangkalannya.

Baca Juga :  Ini Penyebap Kelangkaan Gas 3 Kg di Berapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara

“Pasokan normal 150 tabung. Tapi sekarang memang banyak yang cari dan lebih cepat habis. Kalau situasi normal, jatah 150 tabubg itu biasa tidak habis,” kata Zulkifli.

Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga mengatakan, sedang mendalami kejadian ini untuk mengetahui penyebab kelangkaan ditingmat pengecer. “Sedang didalami,” ujarnya singkat melalui WhatsApp.

Sementara itu Supervisor Communication MOR VII Pertamina, Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya berupaya memastikan masyarakat mendapatkan elpiji bersubsidi dengan harga sesuai HET, masyarakat diimbau mebeli di pangkalan. Ia mensinyalir, ada spekulan yang bermain dijalur distribusi elpiji subsidi karena pasokan dari Pertamina ke pangkalan selama ini normal.

Baca Juga :  Puluhan Warga Ajukan Hak Asuh Atas Bayi Yang di Temukan Warga Gunung Agung Pauh

“Memang adanya pengecer membantu jalur distribusi dari pangkalan, namun di khawatirkan ada spekulan yg mengambil kesempatan,” ujarnya.

Terkait kelangkaan yang sama terjadi didaerah lain disebabkan adanya pemanfaatan elpiji bersubsidi digunakan di sektor pertanian yang menambah konsumsi harian. (Sulfahmi/red)

Print Friendly, PDF & Email