Untuk Kemajuan Muratara, Herman Deru Tak Tinggal Diam

oleh -742 views

Muratara Sumsel, Wartaterkini.News–Kerjakeras nyata pemerintahan Muratara dan dukungan masyarakat, akhirnya jembatan Muratara Satu” siap beroperasional.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif hidayat meresmikan jembatan Muratara Satu”, yang terletak di Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo, Kamis  (25-04-2019)

Jembatan Desa Biaro yang memiliki panjang 186 meter dan lebar 6 meter ini menghubungkan Desa Biaro Lama dan Desa Biaro Baru yang dipisahkan oleh Sungai Rawas. Terlebih Kabupaten Muratara adalah daerah otonomi baru dengan status tata kelola pemerintahan yang terbaik secara nasional.

Sebagai Gubernur Saya menghargai kerja keras ini. Muratara adalah Kabupaten yang baru beberapa tahun tapi Saya saksikan sendiri sebelum Kecamatan Karang Jaya sudah terlihat sekali geliat pembangunan di kabupaten ini. Tentunya dibutuhkan kepiawaian Kepala daerah dan dukungan seluruh masyrakat yang mumpuni,” ungkapnya

Baca Juga :  Gubernur Sumsel: Dekranasda Harus Mampu Buka Peluang Bisnis Bagi UMKM

Dikatakan Herman Deru, Pemerintah Provinsi Sumsel tidak akan tinggal diam untuk membantu Pemkab Muratara dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten. Sehingga kabupaten yang dimekarkan ini dapat membuktikan diri dengan pembangunan yabg pesat. Hal ini tentu sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel yakni pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Begitu antusias masyarakat menyambut peresmian jembatan ini. Memang masih banyak yang kita tambah lagi kedepan, Jadi bukan hanya merata juga berkeadilan sesuai dengan kebutuhan daerah itu masing-masing. Bahkan sesuai dengan kebutuhan kecamatan dan desa masing-masing,” tuturnya

Baca Juga :  Maksimalkan Pencegahan, Herman Deru Optimis Sumsel Zero Karhutla

Diakhir kata sambutannya Gubernur Sumsel menegaskan agar masyarakat, khususnya generasi muda Kabupaten Muratara untuk tetap mempertahankan kearifan lokal. Seperti penggunaan bahasa daerah, dan adat istiadat setempat.

Saya ingin adat istiadat tetap terjaga, saya minta juga di daerah ini agar pesirah adat. Jangan menjadi manusia modern tapi lupa pada akar budaya seperti penggunaan bahasa daerah. Kepada seluruh perusahaan apakah itu tambang, perkebunan selalu Saya ingatkan untuk tidak boleh tutup mata terhadap masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya

Baca Juga :  Komposisi Pansel Capim KPK Tidak Ideal

Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif hidayat  menambahkan, jembatan ini dibangun dengan 6 tahap pembangunan, dimulai dari awal pembangunan tahun 2009 dan selesai di tahun 2018 lalu. Kendati jembatan baru, Syarif mengungkapkan, jembatan Muratara I telah banyak menuai manfaat setempat.

Oleh karena itu, atas nama masyarakat Kabupaten Muratara kami mengungkapkan kegembiaraan dan mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur. Dan untuk seluruh masyarakat kami menitipkan pesan agar menjaga fasilitas jembatan ini dengan sebaik-baiknya, jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang akan merusak keindahan jembatan ini,” tambahnya. (*)