Sabtu, Januari 29, 2022
Google search engine
Google search engine
BerandaBeritaTiga Titik Berpotensi Menjadi Kluster Baru Penyebaran Covid-19

Tiga Titik Berpotensi Menjadi Kluster Baru Penyebaran Covid-19

Jakarta, wartaterkini.news–Juru bicara penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan berdasarkan penelitian para ahli, memasuki era kenormalan baru beberapa titik perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Beberapa titik tersebut diantaranya kantor, setidaknya ada tiga hal yang harus dicermati saat masyarakat akan kembali produktif di kantor. Yaitu, pertama tentang pengisian jumlah orang agar pekerja bisa jaga jarak 1,5 meter.

Kedua, kontak dekat yang lama berpeluang terjadi penularan, maka jaga jarak dan tetap memakai masker ditempat kerja mutlak dilakukan. Ketiga, mengatur sirkulasi udara, penggunaan pendingin udara sebaiknya tidak dilakukan terus menerus, mungkin bisa digunakan di jam-jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

Baca Juga :  Jajaran Polres Muba Berhasil Amankan Pelaku Curat

“Tentunya ini akan sangat dipengaruhi design ruangan atau rumah, upayakan ini bisa dilakukan termasuk-ruangan di rumah kita”.kata Yuri saat konferensi pers Jumat (26-06-2020).

Titik berikutnya yaitu, rumah makan atau restoran. Yuri menilai, penularan di rumah makan dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu yang sama, semisal makan siang. Inilah yang menyebabkan para pengunjung sulit menerapkan jaga jarak aman.

Kemudian titik berikutnya, sarana transportasi massal. Untuk mengatur volume penumpang di sarana transportasi massal, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No.8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif dan Aman dari Covid-19 di Wilayah Jabodetabek.

Baca Juga :  Pemda OKU Selatan Putuskan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran Baru 2021-2022 Ditunda

Di dalam SE tersebut, mengatur jam kerja Aparatur Negeri Sipil (ASN), pegawai BUMN, pegawai swasta dalam dua gelombang. Gelombang pertama 07.00 WIB-07.30 WIB sampai 15.00 WIB-15.30 WIB, sedangkan gelombang kedua 10.00 WIB-10.30 WIB sampai 18.00 WIB-18.30 WIB.

Yuri mengatakan ini untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak. Ia juga menekankan, kebijakan kenormalan harus dimaknai secara bijak.

Baca Juga :  Presiden RI Joko Widodo Kunjungi Makam Ibu Ganda P Nababan

Pembukaan sektor maupun daerah tertentu harus difokuskan untuk menggerakkan roda perekonomian, sehingga masyarakat dapat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19. Oleh karenanya protokol Kesehatan mutlak harus dilakukan.

“Ini yang harus kita maknai bersama bahwa aktivitas diluar rumah hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda masih kita paksakan untuk dilakukan, oleh karena itu tetap didalam rumah dan keluar rumah hanya untuk hal produktif”.kata Yuri. (Foto: Kemenkes)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
4,330,763
Total Kasus
Updated on 29 January, 2022 1:26 pm

Paling Populer

Headline News