Terkait 8 Aktivis Dinyatakan Reaktif Rapid Tes, Sekot LMND Morotai Angkat Bicara

oleh -798 views
Foto Sekot LMND Morotai, Han Wairo

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Terkait 8 Aktivis yang dinyatakan Reaktif Rapid Test, Sekretaris Kota (Sekot) Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) Morotai angkat bicara.

Sekot LMND Morotai, Han Wairo dalam press release pada Selasa, (13/10/2020) kemarin, mengatakan tentunya selaku warga negara yang baik, pastinya kita mendukung penuh Protokol Kesehatan yang telah diterapkan oleh Pemerintah.

“Akan tetapi yang kami kecam disini adalah Tindakan kepolisian menggiring kawan-kawan LMND dari kantor DPRD ke Kantor Polres Morotai, untuk dilakukan Rapid Tes oleh Tim Gugus Covid-19 (Medis) kemudian diarahkan untuk menjalani karantina di hotel said (Molokai)”kecam Sekot LMND Morotai

Lanjut Kata Han, yang menjadi pertanyaan di sini adalah ketika kami meminta untuk menjalani karantina secara mandiri di rumah dan mengikuti protokol yang berlaku, kami tidak diperbolehkan dan harus menjalani karantina di Hotel Molokai.

Baca Juga :  Pemprov Malut dan TNI-AU Teken MoU Pendirian SMKS Penerbangan di Morotai

Padahal di beberapa bulan kemarin ada Anggota DPRD Morotai yang ketika selesai agenda keluar daerah dan kembali ke morotai. Ada yang menjalani karantina mandiri. Lalu kenapa kawan-kawan LMND tidak bisa menjalani karantina mandiri seperti yang dilakukan oleh teman-teman DPRD. Inikan tak adil. Tegas Sekot LMND Morotai

Menurutnya, kenapa dibeda-bedakan antara pejabat dan rakyat kecil (mahasiswa) dalam proses karantina, seharusnya tidak ada perbedaan. sebab kita sama di mata hukum, aturan karantina yang telah disediakan seharusnya tidak berkesan hukum tumpul ke atas tajam ke bawah.

Tak hanya itu, menjadi kekesalan kami juga kepada pihak kepolisian dan Tim Gugus Covid 19 (Medis), kenapa hanya kawan-kawan LMND yang di Rapid Tes dan menjalani karantina di Hotel Molokai.

Baca Juga :  DPW Sekber Wartawan Indonesia Resmi Terbentuk di Maluku Utara

Padahal kata Han, aksi 8 Oktober 2020 kemarin ada dari berbagai OKP pun hadir dalam melakukan aksi dengan tuntutan yg sama. Otomatis kalau bicara soal aksi berarti bicara massa dan di situ jumlah massa yang cukup banyak yang melakukan aksi.

Pertanyaannya, “kenapa hanya kawan-kawan LMND Morotai yang di Rapid Tes, dugaan kami apakah ini hanya untuk membungkam Kawan-Kawan LMND untuk menyampaikan aspirasi Rakyat”tanya Sekot LMND Morotai

Seharusnya, pihak Kepolisian dan Tim Gugus Covid-19 konsisten, jika benar-benar menerapkan aturan protokol kesehatan di Morotai.

“Kami tetap patuhi Protokol kesehatan untuk di rapid tes, karna itu wajib bagi setiap warga negara.Tetapi jangan ada indikasi dalam menerapkan soal aturan protokol, rapid tes,dll. Ada nilai ketidak adilan”tutur Han

Pada intinya aksi LMND adalah aksi damai, dan selaku Warga Negara yang baik tentunya kami akan patuh untuk di lakukan rapid tes, Tetapi, disini perlu saya tegaskan, “jika penerapan protokol di duga kesan tebang pilih yang itu jauh dari asas keadilan. Maka hanya satu kata, LAWAN”pungkasnya

Baca Juga :  DPC GAPENSI PALI Adakan Musyawarah Cabang yang Kedua

Kapolres Pulau Morotai melalui Kabag Ops AKP Samsul. B ketika dikonfirmasi media ini pada ruang kerja, Selasa (13/10/2020) mengatakan pihaknya baru saja menerima serah terima jabatan pada hari ini, maka persoalan di hari kemarin pihaknya belum bisa memberikan jawaban.

“Saya baru masuk, serah terimanya baru hari ini, pagi tadi, jadi hal kemarin saya belum mengetahui perkembangannya seperti apa, jadi belum bisa memberikan jawaban, Namun jika persoalanya hari ini, yang jelas saya bisa sampaikan, karena serah terima saya tadi pagi”singkatnya (endi/red)

Print Friendly, PDF & Email