Teradisi Unik Adat Semende Dalam Penyembilhan Hewan Kurban

oleh -722 views

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Umat Muslim di seluruh Indonesia hari ini merayakan Hari Raya Idul Adha, Tak hanya melaksanakan salat Idul Adha dan melakukan pemotongan hewan kurban, rupanya ada pula berbagai macam tradisi Idul Adha di setiap daerah. Bahkan, saking uniknya tradisi-tradisi tersebut, banyak warga yang menantikannya dan siap turut memeriahkan. Minggu (11-08-2019).

Salah satu tradisi unik Idul Adha terdapat di Desa Tanjung Bulan Ulu, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan yang dikenal dengan sebutan Adat Semende dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.Tradisi ini sebagai wujud penghormatan kepada pemilik dan hewan qurban yang akan disembelih saat Idul Adha.

Baca Juga :  Payung Jurai dan Ahli Jurai Gelar Bupati dan Wabup OKU Selatan Dari Suku Semende

Kepala Desa Tanjung Bulan Ulu, Ahlan Dani, mengatakan jika tradisi dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan adat semende tersebut sudah mulai tergerus oleh kemajuan zaman. Maka untuk mempertahankan adat semende tersebut Ahlan Dani beserta masyarakat setempat jauh sebelum hari raya Idul Adha tiba sudah merencanakan acara pemotongan hewan kurban tahun ini dengan mengunakan pakain adat dan prosesi adat.

Baca Juga :  Tentara Manunggal Bekerja Sama PU-PR Okus Mulai Pembukan Ruas Jalan Kelurahan Kisau.

Selayaknya acara pernikahan, keturunan laki laki yang akan berkurban mengunakan pakaian adat sementara untuk keturunan wanitanya membawa pedang untuk diserahkan kepada panitia penyemblih hewan kurban.

Setelah didandani, sang pemilik hewan kurban tersebut diarak ratusan warga menuju lokasi penyembelihan untuk menyerahkan hewan kurban pada panitia kurban. Uniknya lagi, dalam arak-arakan ini diiringi rebana oleh kelompok ibu-ibu seperti yang dilakukan saat mengiringi arak-arakan pengantin.

Baca Juga :  Ribuan Mahasiswa dan Aktivis Unjuk Rasa di Kantor DPRD Sumsel

Tiba di lokasi penyembelihan, hewan kurban dan pemiliknya berbaris untuk bergantian menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban untuk selanjutnya dilakukan prosesi penyembelihan. Tradisi Adat Semende ini sudah mulai luntur karena tidak pernah digalakkan.

“Tradisi ini mulai digalakkan lagi dengan tujuan melestarikan adat dan istiadat daerah agar dapat diteruskan oleh anak cucu kita kelak” ujar Ahlan dalam sambutannya saat prosesi Tradisi Adat Semende. (Red)

Print Friendly, PDF & Email