Sr Oknum Kepala Sekolah Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuh Santi

oleh -281 views

Sekadau Kalimantan Barat, wartaterkini.news–Kasus pembunuhan yang menimpa korban bernama Wati alias Santi warga kecamatan Sepauk yang mayatnya ditemukan sudah dalam bentuk kerangka (tengkorak) di belakang komplek Pasar Baru Sekadau pada 28 September lalu akhirnya menemukan titik terang.

Pada press release di Aula Mapolres Sekadau, Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, SIK mengungkapkan bahwa korban dibunuh oleh Sr (53) yang merupakan kepala sekolah disalah satu SD di Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (09-10-2019).

Dijabarkannya, bahwa pelaku, Sr menghabisi korban tidak menggunakan senjata tajam maupun tumpul, melainkan dengan menggunakan tangan kosong.

“Korban dipukul dibagian belakang kepala dan bagian rahang, setelah jatuh ditendang berkali-kali, kemudian kepala korban dibenamkan ke tanah”, ungkap Kapolres

Korban sempat melakukan perlawanan, sehingga menyebabkan kancing bagian atas baju dinas milik pelaku terlepas dan robek pada bet baju dinas pelaku.

Baca Juga :  Tatap Muka Bersama Tokoh Masyarakat, Ini Himbauan Kapolres Sekadau

“Hal ini diperkuat dengan luka yang ada pada tangan pelaku, diduga akibat perlawanan dari korban”, tambah Kapolres

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada Sat Reskrim Polres Sekadau, bahwa pelaku menghabisi korban pada tanggal 17 September 2019 sekira pukul 15.30 Wib.

“Sebelum menghabisi korban, pelaku sempat pergi ke Dinas Pendidikan. Antara korban dan pelaku sebelumnya sudah berjanji akan bertemu di TKP”, terang Kapolres

Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU M Ginting menambahkan, pelaku sudah setahun setengah memiliki hubungan khusus dengan sepupu korban bernama Susan yang tinggal satu kost dengan korban.

“Dari pengkuan pelaku, korban ada minta dibelikan barang kepada pelaku, namun pelaku tidak mampu memenuhi permintaan korban”, terang Ginting

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Tangkap Bandar Narkoba Jenis Sabu

Sebelumnya pelaku ada membelikan sepeda motor kepada Susan yang merupakan sepupu korban.

Sementara ini, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, karena belum ditemukan adanya indikasi pembunuhan berencana, hal tersebut sedang didalami, tidak menutup kemungkinan adanya pembunuhan berencana.

“Sementara kepada pelaku kami sangkakan pasal 338 KUHP, pelaku gelap mata melakukan pembunuhan karena merasa diperas oleh korban, prosesnya sedang didalami, bisa saja mengarah ke pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana”, jelas Ginting

Kasat juga menuturkan mengenai jasad korban yang terbilang cepat membusuk dan sudah menjadi kerangka, Polres Sekadau sudah bekerjasama dengan Biddokes Polda Kalbar. Dokter forensik memperkirakan korban meninggal antara 12 sampai 14 hari sebelum kerangka ditemukan, hal ini cocok dengan pristiwa penemuan jasad korban.

Baca Juga :  Kapolres Morotai Press Release Kasus Penggelapan Anggaran Desa Aru Irian

“Berdasarkan analisa dokter forensik, faktor cuaca panas sangat berpengaruh terhadap proses pembusukan jasad. Saat diotopsi, masih ditemukan belatung kecil pada kulit kepala, belatung ini cepat menghabiskan sisa-sisa daging”, tuturnya

Kapolres menuturkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Sebab, polisi tidak hanya berdasarkan pada pengakuan pelaku.

Pengembangan penyidikan terus dilakukan, termasuk mencari keberadaan handphone milik korban. Ia turut menghimbau kepada masyarakat jika ada yang menemukan hp korban agar menyerahkan kepada Polres Sekadau.

“Sebab kalau handphone nya dijual, nanti saat dinyalakan akan terlacak oleh kami. Daripada muncul masalah baru, kami himbau kalau ada yang menemukan segera serahkan ke polres,” tegasnya. (Jkw/red)