Simulasi Nerapkan Prokes Hajatan Jadi Evaluasi Adaptasi Baru di Cilacap

oleh -145 views

Cilacap Jateng, wartaterkini.news–Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meninjau simulasi penerapan protokol kesehatan pada acara hajatan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan adaptasi dimasa pandemi Covid-19.

Seperti diketahui sejak pemerintah menyatakan pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai bencana non alam, kegiatan yang melibatkan khalayak ramai telah dilarang termasuk acara hajatan.

Atas undangan Paguyuban Pekerja Seni Cilacap (PPSC), Bupati didampingi sejumlah pimpinan OPD mengunjungi lokasi hajatan percontohan di kediaman Bapak Poltak Simanjuntak di Desa Kalisabuk Kecamatan Kesugihan pada hari Selasa (28-07-2020).

Baca Juga :  Pengguna Pasar Harus Sadar Patuhi Protokol Kesehatan

Beberapa titik yang menjadi perhatian Bupati diantaranya penyambutan tamu undangan, posisi dan jarak duduk antar tamu undangan, tempat makanan, dapur dan hiburan. Kesemuanya dipastikan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saya sedang mencoba beberapa simulasi dalam hajatan. Untuk melihat apakah bisa kita menjalani pandemi covid ini dengan adaptasi baru. Sebelumnya saya telah mendengar beberapa keluhan dari para pekerja seni yang kehilangan sumber penghasilan akibat covid-19” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati dan jajarannya akan mengevaluasi pelaksanaan simulasi tersebut, dan menekankan kepada para pekerja seni untuk bisa menjaga protokol kesehatan secara konsisten. Pemakaian perlengkapan kesehatan juga menjadi hal yang harus dipatuhi.

Baca Juga :  Lawan Covid-19 Pemda OKU Selatan Semprot Pasilitas Umum dan Kampanye Protokol Kesehatan

“Penting sekali, tamu yang datang harus dicek suhu dengan thermogun, cuci tangan, selalu pakai masker. Pengantin juga harus memakai faceshield dan tidak bersalaman. Tamu yang duduk dibatasi 30 orang dan bergantian,” jelas Bupati.

Dengan diterapkannya protokol kesehatan secara ketat dalam hajatan, Bupati berharap tidak timbul klaster baru di Kabupaten Cilacap. Persiapan pelaksanaan hajatan dalam segala aspek mutlak diperlukan termasuk kepada calon pengantin.

Baca Juga :  Bupati OKU Buka Kontes Batu Akik dan Bazar Ikan Hias

“Kalau bisa calon pengantin dan sohibul bait di swab terlebih dahulu. Calon penyanyi juga, karena terkadang penyanyi dari luar daerah. Jika terbukti ada covid, batal,” tegas Bupati.

Bupati mengapresiasi aparat yang telah membantu kesiapan dan kelancaran dalam simulasi hajatan ini seraya mendorong untuk tegas dalam setiap pelanggaran protokol kesehatan.

“Jika ada yang melanggar, tutup. Karena kita juga melindungi warga yang lain. Ini menjadi bahan evaluasi jika nantinya diterapkan di Kecamatan lain,” pungkasnya. (Mocko_hmsclp)

Print Friendly, PDF & Email