Silaturahmi Pengurus Pemangku Adat, Popo Ali Ajak Lestarikan Kebudayan dan Adat Istiadat

oleh -604 views

OKU Selatan Sumsel, Wartaterkini.News–Silahturahmi pengurus Dewan Pembina Adat Kabupaten OKU Selatan dengan pengurus Pemangku Adat Kecamatan sekabupaten OKU Selatan berlangsung hari ini, Rabu ( 20/03/2019 ) bertempat di rumah dinas Bupati OKU Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati OKU Selatan, Kepala OPD, Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Pengurus Dewan Pembina Adat serta Pengurus Pemangku Adat Kecamatan sekabupaten OKU Selatan.

Bupati OKU Selatan, Popo Ali, selaku Dewan Pembina Adat OKU Selatan dalam sambutannya mewakili jajaran pemerintah Kabupaten OKU Selatan mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang telah berkenan hadir di acara tersebut, terutama kepada pengurus Pemangku Adat yang selama ini bersedia menjaga dan melestarikan adat istiadat dan kebudayaan OKU Selatan.

Bupati menyampaikan permintaan maaf apabila yang dilakukannya selaku pemimpin Kabupaten OKU Selatan belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh para Pemangku Adat.

“Ini belum seberapa, mungkin lebih besar lagi harapan yang ada, akan tetapi pemerintah OKU Selatan akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk berupaya memenuhi apa yang menjadi keinginan dari para Pemangku Adat”. Ujar Popo.

Baca Juga :  Bupati dan Bawaslu OKU Tandatangani NPHD Pilkada 2020

Dengan adanya kepengurusan Pemangku Adat ini, diharapkan kebudayaan dan adat istiadat serta nilai – nilai luhur budaya dapat dijaga dan dilestarikan agar tidak menjadi cerita belaka sehingga dikemudian hari OKU Selatan dapat menjadi daerah pariwisata budaya dan adat istiadat yang memiliki nilai estetika tersendiri.

Selain itu bupati juga menyampaikan 10 program nasional yang akan dijalankan untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat Kabupaten OKU Selatan. Program – program tersebut dalam realisasinya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pihak – pihak terkait.

“itu menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari kita gali dan kita jaga kebudayaan yang ada di OKU Selatan untuk kesejahteraan dan kelestarian budaya OKU Selatan. Potensi budaya bukan hanya sekedar koleksi namun bisa menjadi penghidupan untuk kedepan karena budaya merupakan kekayaan intelektual”. Ajak Popo

Selanjutnya Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat OKU Selatan untuk menjaga keamanan dan kenyaman agar tercipta suasana yang kondusif sehingga terjaga kerukunan dan ketentraman karena kemajuan suatu daerah tergantung dengan keadaan dan situasi daerah tersebut.

“Kemajuan suatu daerah tergantung dengan keamanan dan kenyaman di daerah tersebut, maka dari itu mari kita sama – sama menjaga keamanan dan kenyaman. Hal itu bukan semata-mata menjadi tugas pokok pihak TNI dan Polisi serta Pol PP namun menjadi tugas kita bersama. Selama ini konflik agama, ras dan budaya tidak pernah terjadi maka dari itu marilah tetap kita jaga jangan sampai hal itu terjadi”. Ujar Popo.

Baca Juga :  Bupati dan Ketua DPRD OKU Selatan Hadiri Sertijab Perwakilan BPK Provinsi Sumsel

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Darmawan SE dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka silahturahmi dengan para Oemangku Adat sekaligus pengukuran baju adat serta penyerahan dana operasional pemangku adat tahap satu. Adapun jumlah Pengurus Pemangku Adat sebanyak 151 orang.

Terkait adanya kepengurusan Pemangku Adat saat ini, Darmawan mengatakan, dari 17 kabupaten/Kota yang ada di Sumatra Selatan baru tiga kabupaten yang telah membentuk pengurus Pemangku Adat yakni Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten OKU Timur dan Kabupaten OKI.

Sedangkan perwakilan Pemangku Adat, Hasan MK, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya Kepada Dinas Pariwisata yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Dengan terbentuknya pengurus Pemangku Adat di OKU Selatan ini merupakan tugas besar bagi pemangku adat untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat yang ada.

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Turut Serta Dalam Karnaval Kebhinekaan HUT Bhayangkara Ke-73

“Menjaga dan melestarikan adat istiadat ini dapat dilakukan dalam keseharian kita yakni mulai dari tutur kata dan penggunaan bahasa sehari-hari. Sasaran yang terpenting yakni kita harus menimbulkan budaya malu, yang mana budaya malu saat ini hampir tergerus khususnya pada generasi muda saat ini. Dimulai dari diri sendiri, budaya yang memiliki nilai – nilai luhur yang diterapkan dalam keseharian dapat memberikan pengaruh bagi kelestarian adat istiadat dan kekayaan budaya itu sendiri. Mari kita sama-sama menggali budaya dan alat-alat budaya khas oku selatan untuk kita abadikan menjadi kebudayaan dan kekayaan OKU Selatan”. Ujar Hasan

Selain itu Hasan MK juga menyampaikan harapan mengenai keadaan saat ini di mana kita menghadapi tahun politik yang rawan perpecahan. Untuk itu, dia mengajak seluruh warga agar menjaga situasi dan keamanan agar tetap kondusif.

“Perbedaan pilihan itu hal yang biasa dan wajar terjadi, sehingga diharapkan untuk tidak menjadikan hal tersebut pemicu timbulnya perpecahan”. Pungkasnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email