Sebulan Belum Terima Upah Buruh Bongkar Muat Pelabuhan Kelas II Labuhan Baju, Marah

oleh -110 views

Manggarai Barat NTT, wartaterkini.news–Buruh bongkar muat Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo marah, dan buruh juga menuntut hak mereka yang sudah satu bulan belum juga di bayarkan oleh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tacik Mori Ata Ngarangs.

Buruh merasa tenaga yang mereka keluarkan untuk bekerja hanya cuma-cuma saja,upah yang belum dibayarkan itu berasal dari hasil bongkar muat empat kapal,jenis barang adalah barang campuran.

Hal ini di sampaikan oleh KS salah satu buruh bongkar muat di pelabuhan Labuan Bajo, pada Kamis (30/7/20) di selang jam istirahat dan bersama buru lainya.

Menurut KS,dirinya dan reka-rekan buruh lainya yang belum mendapatkan upah,hanya terus dijanjikan bahwa upahnya masih dalam proses,sementara menurut KS dan buruh lainya yang berjumlah 30 orang yang belum mendapatkan upah.

Baca Juga :  DD 50 Juta Untuk Penanganan Covid-19 Kabupaten Morotai, Bakal Dikembalikan ke Rekening Desa

KS mengatakan “Kami ini juga butuh uang,untuk makan,tolong lah hak kami diberikan”,ujar KS dan rekan-rekan buruh lainya.

Buruh juga menyampaikan bahwa,merka juga tidak tahu,berapa besaran yang akan mereka terima untuk upah bongkar muat barang campur,dari empat kapal yaitu,KM.kamri muatan yudit dari surabaya,KM.Ala Makmur muatan barang toko dari Surabaya,KM.Citra Saudara muatan semen,beras,kardus dari Maakasar, KM.Nusantara Indah muatan barang toko dari Surabaya.

Karena kenyataan-nya selama ini,lanjut KS ‘ketika sudah membongkar barang,buruh langsung menerima upah.Selama ini biasanya kalau kami bongkar barang seperti semen,kami langsung terima upahnya,dengan pembagian untuk buruh Rp.25,000 untuk 1 ton semen,tapi itu di bagi untuk kami 30 orang yang ada dalam satu tim bongkar,” ungkap KS.

Baca Juga :  Sinergitas Assosiasi LPPL Radio TV Indonesia dan Kelola Sendang –ZSL Inisiasi Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan di Sumatera Selatan

Sementara barang campur,menurut Buruh tidak di ketahui berapa potongan yang akan diberikan untuk upah mereka dari TKMB Tacik Mori Ata Ngarangs.

Sementara untuk semen yang bukan termasuk dalam barang campur,sudah diketahui berapa besaranya untuk buruh,karena selama ini untuk barang semen yang diterima buruh,besaranya Rp.25,000 untuk 1 Ton yang di bagi ke 30 orang.

Salah satu teman buruh lainya,MK menceritakan bahwa salah satu mandor,sering menggeluarkan kata-kata yang membuat dirinya tidak berdaya,apalagi ketika di saat teman-teman buruh mempersoalkan masalah upah yang satu bulan terakhir ini tidak kunjung di bayar.

Baca Juga :  Dandim 0402/OKI Letkol Inf. Riyandi Dimonen Bibter: Adanya Pemahaman Pemerintah dan Masyarakat

” kalau kalian malas kerja istirahat saja bukan hanya kamu orang yang mau kerja”, ujar MK,menggutip perkataan mandor tersebut.

Menurut informasi dari buruh,TKMB Tacik Mori Ata Ngarangs baru terbentuk kurang lebih satu bulan,yang dimana Koperasi ini di ketuai oleh bapak Simon B. BAON,S.Sos,M.H yang merupakan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo. (Paulus/Red).

Print Friendly, PDF & Email