Penanganan Darurat Gempa Maluku Dilakukan dengan Cepat

oleh -290 views

Jakarta, wartaterkini.news–Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah melihat langsung kondisi pascagempa M 6,5 di beberapa titik wilayah Maluku pada Jumat (27-09-2019). Kunjungan tersebut dilakukan setelah Presiden Jokowi memberikan instruksi penanganan gerak cepat pascagempa.

Untuk itu, BNPB memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar yang digunakan untuk operasional penanganan darurat. Selain itu, BNPB juga memberikan bantuan logistik senilai Rp 515 juta. Bantuan logistik berupa matras, sandang, perlengkapan keluarga dan selimut sangat dibutuhkan warga terdampak sesuai dengan hasil kaji cepat. Selain itu, peralatan digerakkan selama penanganan darurat seperti tenda keluarga, lampu penerangan portabel dan rumah sakit lapangan.

“Kemarin sudah saya perintahkan kepada Kepala BNPB, Pak Jenderal Doni, juga kepada TNI-Polri, kemudian kepada Menteri Sosial untuk bergerak ke lapangan di tempat terjadinya gempa untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Ambon. Bantuan juga sudah saya perintahkan untuk segera dikirimkan,” ucap Presiden Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Jumat (27-09-2019).

Baca Juga :  Siaran Pers BNPB, Sebanyak 19 Bangunan Alami Rusak Ringan Pasca Gempa M 7,1 Malut

“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan dukacita yang mendalam atas musibah gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Ambon,” tambah Presiden Jokowi dalam siaran persnya.

Sementara itu, salah satu poin Kepala BNPB saat konferensi pers di hadapan media menyampaikan bahwa ketika ada gempa besar terjadi lebih dari 20 detik, masyarakat harus secara otomatis mencari lokasi aman. Setelah sekian lama, 2 jam tidak ada gempa susulan yang besar, mereka dapat kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Mudik Lebaran Seluruh Indonesia Siaga 24 Jam

“Jika terlalu lama di tempat pengungsian, dapat muncul masalah baru seperti makanan, kesehatan, sanitasi dan lainnya,” ujar Doni Monardo.

BPBD Provinsi Maluku menginformasikan jumlah korban meninggal dunia yang telah dilakukan pengecekan ulang per hari Jumat (27/9), pukul 10.01 WIT. Data mutakhir korban meninggal dunia akibat gempa M 6,5 pada 26 September 2019 lalu berjumlah 18 orang. Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang.

Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama.

Gempa yang terjadi di kedalaman 10 km ini juga menimbulkan korban luka sebanyak 126 orang, dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah 108 orang, Seram Bagian Barat 13 dan Kota Ambon 5. Para korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis pascakejadian.

Baca Juga :  Besaran Tunjangan Jabatan Fungsional Analis APBN

Sehubungan dengan kondisi pascagempa, masyarakat diimbau untuk tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarluaskan melalui kanal informasi yang resmi.

BMKG telah menyatakan bahwa isu akan terjadi gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoaks), karena hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat, dan akurat kapan, dimana dan berapa kekuatannya.(bnpb/red)

Print Friendly, PDF & Email