Pembangunan Proyek di Kelurahan Perisak  Sesuai Dengan Acuan Permendagri

oleh -614 views

Tebing Tinggi, wartaterkini.news–
Program Anggaran dana Kelurahan yang merupakan pembangunan sarana dan prasarana tahun 2019, di Kota Tebing tinggi banyak ditemukan duga’an pelanggaran yang tidak sesuai dengan acuan Permendagri 130.

Diduga masih adanya pihak rekanan selaku pihak pelaksana proyek bermain api dengan sistem manual (Molen) serta menggunakan bahan matereal semen biasa (Toko) juga batu Spilit dan pasir. Hal ini dikatakan oleh Pemerhati dari ML-RI MS, pada Wartaterkini.news Kamis (08-08-2019) kemarin.

Baca Juga :  Akhirnya, KPUD Tetapkan Paslon Ilyas - Endang Jadi Peserta Pilkada Ogan Ilir

Diantara sekian banyak aktivitas
pekerja’an yang ada di Kelurahan berdasarkan hasil pantauan media, ada sebagian pekerja’an yang dikerjakan termasuk dalam katagori baik, Baik didalam melakukan pekerja’an serta mengikuti Peraturan yang telah ditetapkan.

Seperti pembuatan jalan tepatnya di Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu serta di Kelurahan Lalang Tebing Tinggi, terlihat tetap konsekwen didalam menggunakan Semen Reandemix sebagai acuan bahan matereal.

Munis selaku pihak rekanan yang mengerjakan di dua lokasi tersebut ketika ditemui mengakui, adanya faktor kesulita terkait Truk angkutan Reandemix yang besar hingga tidak dapat masuk kedalam lokasi pekerja’an, namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk dapat bekerja secara profesional, Hingga mendapatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pekerja’an.

Baca Juga :  Dua Dari Lima Jenazah Korban Banjir di Labura di Makamkan

“Proses pemindahan semen Reandemix tersebut diangkut (dilansir) dengan cara menggunakan jasa angkutan mobil bak (puk up) kecil berikut pengguna’an Beko dalam mengatasi sempitnya lokasi areal pekerja’an”. Jelasnya.

Ditambah Munis, Sewaktu pihak TP 4D meninjau pekerja’annya, Pihak TP 4D mempertanyakan ketebalan jalan yang di cor, Yang mana menurut penilayan dari TP4D sediri terlalu tebal.

“Ketebalan tersebut disengaja melebihi ukuran standarnya, Dikarenakan tingkat penyusutan pasti ada, oleh sebap itu pembanguannya agak di tebalkan sehingga bila ada penyusutan tidak mengurangi dari ketebalan yang telah ditetapkan”. ungkap Munis. (Eka/red)

Print Friendly, PDF & Email